PC NU dan Pusat Relawan Jokowi-Ma’ruf Tolak Radikalisme dan Intoleransi

0
35

CIANJUR, patas.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Cianjur, mengimbau seluruh keluarga besar maupun badan otonom NU tak ikut-ikutan aksi reuni 212. Ada beragam alasan yang menjadi dasar pertimbangan penegasan terhadap imbauan tersebut.

“Pertama, kami (NU) tidak punya kepentingan terhadap aksi itu. Kemudian NU memandang ini tahun politik. Jangan sampai nanti pada akhirnya ditarik-tarik ke wilayah politik,” tegas Ketua PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Cianjur, KH Choirul Anam MZD, saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran pengurus Pusat Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin Kabupaten Cianjur, Kamis (29 November 2018).

Kekhawatiran Choirul memang cukup beralasan. Pasalnya, bersamaan tahun politik bisa jadi apapun dipolitisasi. Bagi Choirul, semua harus sesuai porsinya.

“Kalau dakwah ya dakwah, kalau kultural ya kultural, kalau politik ya politik. Jelas salurannya. Kalau politik, medianya jelas yaitu kampanye. Jangan sampai satu event dipakai kepentingan politik kelompok tertentu. Itu saja sih intinya,” jelasnya.

Ketua Pusat Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin Kabupaten Cianjur, Daseng Hakimi, menambahkan kedatangan mereka ke PC NU Kabupaten Cianjur untuk bersilaturahmi dengan tokoh dan sesepuh ulama. Intinya, mereka ingin bersinergis dengan PC NU untuk bersama-sama menolak radikalisme, intoleransi, maupun terorisme.

“Kami ingin bersinergis dengan PC NU termasuk dengan ormas-ormas lainnya. Radikalisme, intoleransi, dan terorisme saat ini senantiasa yang jadi ancaman terhadap keutuhan NKRI, berbangsa, dan bernegara,” jelas Daseng.

Apalagi momemtum tahun ini bersamaan dengan menjelang Pemilu 2019, kata Daseng, jangan sampai terjadi pelaksanaan demokrasi direcoki dengan hal-hal yang bisa memecah-belah persatuan dan kesatuan.

“Pemilu bisa dilakukan dengan cara-cara yang damai, santun, dan tak menyebar hoaks,” tegasnya. (daz)

Comments

comments