Waspada, Dua Kampung Terancam Tanah Bergerak

0
17

CIANJUR, patas.id – Pergerakan tanah masih terjadi di Desa Cikadu Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur, pascabencana tanah longsor di dua kampung bersamaan hujan deras, Sabtu (10 November 2018). Saat ini pergerakan tanah di wilayah tersebut mengancam 37 unit rumah termasuk dua bangunan sekolah.

“Setiap hari tanah bergeser sekitar setengah meter. Pergeseran cukup parah terjadi sejak Sabtu hingga Senin lalu,” kata Camat Cikadu, Wodi Efyana, kepada wartawan, Senin (26 November 2018).

Dua daerah yang terancam pergerakan tanah berada di Kampung Cigerenem dan Kampung Cisalada. Wodi sudah menginstruksikan warga yang rumahnya terancam pergerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan. Apalagi saat ini berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, curah hujan masih diperkirakan berintensitas tinggi.

“Kalau siang warga masih beraktivitas seperti biasa. Tapi kalau malam apalagi turun hujan, kami sudah imbau agar mengungsi sementara ke tempat lebih aman,” jelasnya.

Pihak kecamatan menyiapkan satu rumah yang sewaktu-waktu bisa digunakan warga sebagai tempat mengungsi sementara. Bahkan 14 keluarga warga Kampung Cisalada sudah mulai mengungsi sementara.

“Kalau sekolah masih bisa digunakan beraktivitas belajar mengajar. Tapi dindingnya sudah mulai retak. Bangunan sekolah yang terancam itu yakni SDN Cigerenem dan SMKN 1 Cikadu,” ujarnya.

Tanah longsor pada Sabtu pekan lalu juga mengakibatkan dua rumah milik Badru dan Titi rusak berat. Wodi sudah melaporkan kerusakan akibat bencana itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur.

“Tidak ada korban jiwa atau luka saat kejadian longsor pada Sabtu,” ucapnya.

Wodi mengatakan wilayah yang terjadi pergeseran tanah saat ini di Desa Cikadu dulunya punya historis kejadian serupa. Menurut dia, pergeseran tanah sebelumnya terjadi sekitar 15 tahun lalu.

“Kami sudah koordinasi dengan Pemkab Cianjur melalui BPBD. Solusinya kemungkinan ada rencana direlokasi. Cukup rentan juga kalau tak direlokasi. Terutama saat terjadi hujan deras,” ucapnya.

Wodi sudah memerintahkan aparatur pemerintahan desa serta warga setempat melakukan patroli saat malam. Upaya itu dilakukan sebagai tindakan pencegahan terjadinya tanah longsor.

“Kami juga ikut memantau ke lapangan, termasuk dengan personel BPBD,” tandasnya. (daz)

Comments

comments