Kartu Nikah Belum Diberlakukan di Cianjur

0
36

CIANJUR, patas.id – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur belum memberlakukan program kartu nikah yang diluncurkan Kemenag RI per November 2018.

Pengelola Penerimaan Negara Bukan Pajak dari Nikah dan Rujuk (PNBPR) Kemenag Kabupaten Cianjur, Ema Siti Fatimah, menjelaskan, kartu nikah merupakan inovasi layanan nikah berbasis teknologi informasi yang mudah dibawa dan memiliki akurasi data. Inovasi itu bakal mempermudah pencatatan, registrasi, dan memantau pernikahan setiap warga negara.

“Kartu nikah akan diberikan kepada pengantin bersamaan dengan buku nikah usai dilaksanakannya akad nikah. Di dalam kartu nikah itu terdapat barcode yang apabila di-scan akan terhubung langsung dengan Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah),” ujar Ema kepada wartawan, Kamis (15 November 2018).

Menurut Ema, Simkah adalah aplikasi berbasis online yang memuat data-data dari pasangan pengantin. Aplikasi ini juga terhubung dengan aplikasi data kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil).

“Kartu nikah tersebut merupakan projek percontohan. Untuk di Jawa Barat, baru dilaksanakan di lima kota, yaitu Bekasi, Depok, Tasikmalaya, Bogor, dan Cimahi. (daz/*)

Comments

comments