Ribuan Petani Ikan Jangari Demo ke DPRD Cianjur

0
54

CIANJUR, patas.id – Ribuan petani ikan keramba jaring apung (KJA) Waduk Jangari, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, mendesak dicabutnya kembali kebijakan penertiban lahan usaha mereka. Pascaeksekusi Tim Satgas Citarum Harum, banyak petani KJA di Jangari saat ini yang menganggur.

Mereka mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Rabu (14 November 2018), menyuarakan aspirasi ke para wakil rakyat agar bisa memfasilitasi tak dilakukan penertiban.

“Penertiban dilakukan sejak setahun terakhir. Kami keberatan karena sekarang banyak petani kecil menganggur. Jumlahnya sekitar 1 ribuan orang,” terang Hendrawan, koordinator aksi, di sela-sela aksi, Rabu (14 November 2018).

Jumlah KJA di Waduk Jangari lebih kurang 10 ribuan petak. Setelah adanya kebijakan penertiban, jumlah KJA sekarang dibatasi jadi sekitar 5 ribuan petak.

“Kami tetap akan mempertahankan agar tak ada penertiban KJA,” jelasnya.

Aksi unjuk rasa merupakan bentuk menyuarakan aspirasi para petani KJA. Usaha yang dijalani sekarang merupakan lahan menghidupi keluarga.

“Ketika sekarang ditertibkan ataupun ada pengurangan KJA, berarti kami tidak bisa menghidupi lagi anak dan istri,” ucap Hendrawan.

Awalnya, lanjut Hendrawan, komitmen penertiban dilakukan bagi petak yang mangkrak dan tidak produktif. Namun kenyataannya petani kecil yang hanya memiliki 4 hingga 5 unit petak KJA ikut dieksekusi.

“Tidak ada pembayaran ganti rugi. Kalaupun ada yang dibayar, nilainya hanya kisaran Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per unit,” tegasnya. (daz)

Comments

comments