Kapal Nelayan Hilang Kontak di Perairan Selatan Cianjur

0
16

CIANJUR, patas.id – Jajaran Polsek Cidaun merespons cepat informasi hilang kontaknya kapal nelayan Aqua Mas 05 di perairan selatan Cianjur, Minggu (11 November 2018). Kabar terakhir, kapal yang dinakhodai Irfan serta tiga anak buah kapal masing-masing Ape, Akbar, dan Ake itu berada di titik koordinat di perairan Cidaun.

“Kami koordinasi dengan ketua nelayan di Cidaun serta Pos Angkatan Laut di Sukabumi karena ada kapal hanyut diperkirakan mengarah ke perairan Cianjur selatan,” kata Kapolsek Cidaun, AKP Falahudin, saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Minggu (11 November 2018) malam.

Ia mengaku sudah mengerahkan anggotanya menyisir pesisir pantai meminta bantuan nelayan agar segera menginformasikan seandainya melihat kapal Aqua Mas 05 berciri warna oranye kombinasi kuning dengan panjang sekitar 8 meter. Termasuk berkoordinasi dengan semua kepala desa di Kecamatan Cidaun yang letaknya berada di garis pantai.

“Seperti di Desa Sukapura, Cisalak, Kertajadi, Karangwangi, dan Cidamar. Kami meminta bantuan seandainya ada masyarakat yang melihat kapal hanyut mendekati pantai agar bisa membantu,” tuturnya.

Falahudin mengaku keterbatasan peralatan ditambah dengan kondisi cuaca kurang bersahabat membuat jajaran Polsek Cidaun belum berani berspekulasi mencari hingga ke tengah laut. Sejauh ini ia masih memantau perkembangannya sekaligus menyisir di wilayah pesisir.

“Malam ini cukup berkabut dan kami tak memiliki kapal cukup besar. Kapal nelayan di sini ukurannya kecil. Panjang paling sekitar 3 meter yang hanya bisa memuat 2 hingga 3 orang. Jadi kami hanya menunggu perkembangan informasi selanjutnya,” beber Falahudin.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kapal Aqua Mas 05 berangkat pada 24 Oktober 2018 dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Rumpong. Sesuai rencana kapal dijadwalkan tiba di Pelabuhan Prigi, Trenggalek, Jawa Timur pada 4 November. Namun dalam perjalanan informasinya kapal mengalami masalah pada baling-baling hingga terbawa arus. Kabar terakhir, posisi kapal berada pada koordinat 7° 38.470′ S – 106° 53.560′ T.

“Kami belum mengetahui kondisi empat orang yang berada di dalam kapal. Dari data Basarnas yang kami peroleh, kapal itu dinakhodai 1 orang dan 3 orang ABK,” ucapnya.

Falahudin menyebutkan koordinasi dengan para kepala desa yang berada berdekatan dengan garis pantai selatan di Cidaun akan cukup efektif membantu proses pencarian. Apalagi dengan bentang panjang garis pantai selatan Cianjur sekitar 75 kilometer, tidak mungkin dilakukan penyisiran dalam kondisi gelap dan keterbatasan personel.

“Makanya meminta bantuan dari kepala desa dan masyarakat yang wilayahnya berdekatan dengan garis pantai sangat efektif. Kita berharap nakhoda dan toga ABK yang ada di dalam kapal dalam keadaan selamat,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments