Masyarakat Jangan Gampang Terprovokasi

0
4

CIANJUR, patas.id – Atmosfer politik selama masa kampanye Pemilu 2019 di Kabupaten Cianjur, terpantau masih berjalan kondusif. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat terus menjaga situasi dan kondisi tersebut agar tetap kondusif hingga usai Pemilu nanti.

“Caranya kita rutin mengumpulkan para tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, maupun LSM untuk menyamakan persepsi menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah, usai digelarnya silaturahmi Forkopimda dengan ormas Islam, LSM, dan lintas agama di Aula Primkopol Mapolres Cianjur, Selasa (31 Oktober 2018).

Menurut Soliyah, kesepakatan menjaga kondusivitas kamtibmas menjadi tugas bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, Polri, dan TNI. Pun saat masa kampanye Pemilu 2019 ini, masyarakat selalu diingatkan agar tak terprovokasi isu-isu yang berkembang saat ini.

“Yang dibutuhkan saat ini tentu menjaga situasi dan kondisi yang kondusif. Jangan sampai perkembangan isu yang tak jelas lantas membuat resah masyarakat,” ujarnya.

Hal yang saat ini diperlukan, kata Soliyah, terbuka wawasan masyarakat menyikapi berkembangnya isu-isu yang berbau provokasi. Masyarakat diimbau tak mudah terhasut sebelum mengetahui jelas duduk permasalahan sebenarnya.

“Masyarakat Cianjur harus bisa menangkal isu-isu berbau provokasi dari luar agar Cianjur bisa selalu aman dan kondusif,” tuturnya.

Sejauh ini, lanjut dia, kondisi kamtibmas di wilayah hukum Polres Cianjur relatif masih cukup kondusif dalam iklim perpolitikan saat ini. Soliyah menuturkan selama pelaksanaan Pilkada 2018 di Kabupaten Cianjur, kondisi kamtibmas berjalan cukup kondusif.

“Pun saat ini, kami terus menjaga kondusivitas agar bisa bertahan hingga nanti selesai Pemilu 2019,” tandasnya.

Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Cianjur, Dadan Ginanjar, mengatakan penguatan persepsi dalam menjaga kondusivitas kamtibmas diperlukan dalam berbagai situasi. Apalagi saat sekarang memasuki masa kampanye Pemilu 2019.

“Situasi ini pasti saja ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan. Nah situasi seperti ini harus kita cegah. Untuk menyikapinya kita harus bijak,” kata Dadan.

Pemkab Cianjur, jelas Dadan, terus mengingatkan masyarakat melalui ormas maupun LSM agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Menurut Dadan, menjaga kamtibmas akan dirasakan mahal ketika konflik sudah terjadi.

“Masyarakat baru akan sadar ketika konflik sudah terjadi. Makanya situasi seperti itu harus terus kita antisipasi sejak awal. Jangan sampai masyarakat menyadarinya setelah ada kejadian,” tandasnya. (daz)

Comments

comments