Pilihan Boleh Beda, Asal Jangan Ada Kebencian

0
22

CIANJUR, patas.id – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI menggelorakan semangat membangun negeri satukan Indonesia menjelang Pemilu 2019. Langkah itu dilakukan mengingat saat ini kondisi masyarakat Indonesia sudah terpolarisasi akibat dipicu perbedaan dukungan maupun perbedaan pemahaman.

“Berbicara kebangsaan berarti kita berbicara Indonesia, berbicara bangsa dan negara, berbicara negeri. Makanya kita membuat tema membangun negeri satukan Indonesia. Ini berangkat dari realitas hari ini yang saya kira masyarakat sudah mulai terpolarisasi dengan berbagai dukungan berbeda, dengan pemahaman berbeda, friksi-friksi politik, dan lainnya,” kata anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, di sela kegiatan Seminar Kebangsaan di salah satu hotel di kawasan Cipanas, Cianjur, Selasa (23 Oktober 2018).

Anggota Komisi V DPR itu khawatir terjadinya polarisasi tersebut akan berpotensi memecah belah bangsa Indonesia yang berdampak membahayakan keutuhan NKRI dan Pancasila. Kondisi tersebut bakal mengakibatkan instabilitas di Indonesia.

“Itu yang tidak kita inginkan. Karena itu saya kira mengampanyekan persatuan Indonesia itu penting. Cinta tanah air itu harus jadi pondasi. Kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa kita bersaudara,” tutur Wakil Bendahara Umum DPP PKB itu.

Menurut Eem, fenomena tersebut saat ini sedang terjadi di Indonesia. Masyarakat dengan lantang saling menghujat ataupun saling menghina satu sama lain gara-gara beda pilihan.

“Ini yang harus kita hindari. Beda pilihan tidak ada masalah karena merupakan bagian dari demokrasi. Hal yang harus dihindari itu jangan sampai kebencian itu mengkristal hingga bisa menjadi sumber permusuhan dan perpecahan. Apalagi isu agama kerap dijadikan alat memancing emosi masyarakat,” ucapnya.

Untuk menangkal semua potensi perpecahan, Eem menyarankan agar para elite politik berperan aktif ikut merawat persatuan dan kebersamaan. Mereka jangan jadi ‘kompor’ bagi masyarakat yang notabene rentan termakan hoaks.

“Sangat penting peran elite-elite politik dari parpol manapun. Di kalangan elite mereka akan sangat mudah melakukan rekonsiliasi ketika terjadi konflik. Tapi bagi masyarakat di kalangan bawah yang sudah termakan hoaks, itu bukan hal mudah. Karena itu janganlah membawa isu-isu yang bisa membuat Indonesia menjadi pecah,” tegas Eem.

Penting yang sekarang ini dirawat, ujar Eem, yaitu empat pilar kebangsaan terdiri dari Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945. Jika empat pilar itu ambruk, maka Indonesia juga akan ikut ambruk.

“Kami memiliki misi menyatukan kembali Indonesia melalui kegiatan seminar kebangsaan ini,” kata dia.

Menjelang Pilpres 2019, Eem mengingat kembali para elite politik agar bisa memberikan contoh kepada masyarakat mewujudkan sejatinya sebuah demokrasi. Selama ini, kata Eem, dalam setiap kesempatan ia selalu memberikan pemahaman arti demokrasi yang sesungguhnya kepada masyarakat.

“Meskipun PKB merupakan partai pengusung Pak Jokowi, tetapi dalam setiap kesempatan saya tidak pernah mendiskreditkan Pak Prabowo. Intinya, merawat NKRI lebih penting dari segalanya. Persatuan dan kesatuan harus selalu jadi alat menjaga nasionalisme dan semangat patriotisme,” tandasnya. (daz)

Comments

comments