Gadaikan Rumah, Tipu Ratusan Juta Rupiah

0
23

CIANJUR, patas.id – Kasus penipuan menggadai rumah kontrakan dengan korban mencapai 29 orang terungkap jajaran Polsek Karangtengah. Pelaku meraup keuntungan hingga Rp 611 juta.

Kapolsek Karangtengah, Kompol Agus Jamaludin, mengatakan, awal kasus terungkap karena laporan seorang warga yang merasa tertipu dengan akal bulus tersangka yang mengiming-imingi ada uang sewa Rp 400 ribu per bulan dari tiga kontrakan yang digadaikan tersebut. Tersangka juga berjanji akan mengembalikan uang Rp 25 juta dalam kurun waktu setahun.

“Begitu seterusnya kepada 29 orang lainnya ia berjanji akan mengembalikan uang dalam waktu setahun, para korban tertipu bervariasi antara Rp 11 juta sampai dengan Rp 60 juta,” ujar Agus kepada wartawan di Mapolsek Karangtengah, Selasa (16 Oktober 2018).

Agus mengatakan, pelapor pertama mendatangi Mapolsek Selasa pekan lalu sekitar pukul 13.00 WIB. Ia melaporkan adanya tindak pidana penipuan di Kampung Cikole, Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah.

“Tersangka Rahmat Hidayat kenal dengan korban karena langganan tempe di pasar, dari situ tersangka mulai menawarkan rumah Rp 25 juta dan akan dikembalikan dalam jangka waktu setahun,” kata Jamaludin.

Agus mengatakan, setelah dikembangkan muncul korban lainnya modusnya hampir sama rumah gadai dijadikan jaminan.

“Tersangka diancam pasal 378 dengan ancaman lima tahun penjara,” kata Agus.

Agus mengatakan, pihaknya sengaja mengekspose kasus ini sehubungan korbannya banyak dan khawatir modus baru ini banyak digunakan untuk menipu masyarakat.

“Maka kami imbau untuk lebih berhati hati jika ada orang yang ingin menggadaikan rumah harus diperiksa dengan teliti terlebih dahulu,” katanya. (daz)

Comments

comments