DPRD Sulit Membuat Perda LGBT

0
26

CIANJUR, patas.id – Fenomena Lesbian, Gay, Biseks, dan Transgender (LGBT) mulai mencapai titik mengkhawatirkan, termasuk di Kabupaten Cianjur. Namun, legislator DPRD Kabupaten Cianjur mengaku kesulitan untuk membentuk peraturan daerah (Perda) tentang LGBT.

Mohammad Isnaeni, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Cianjur, mengungkapkan, berdasarkan data Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Cianjur, saat ini di Kabupaten Cianjur sudah ada kurang lebih 3.000 LGBT yang terdaftar. Menurut Isnaeni, kondisi tersebut memang sudah masuk dalam titik mengkhawatirkan.

Namun, anggota legislatif yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Cianjur 4 ini mengakui bahwa Dewan kesulitan untuk membentuk aturan dalam bentuk Perda tentang LGBT.

“Masalah LGBT ini tak bisa diatur secara hukum dalam bentuk peraturan daerah atau Perda. Sebab, ini masalah moralitas dan mentalitas,” ujar Isnaeni kepada patas.id saat ditemui sebelum acara rapat paripurna pembahasan 4 perda inisiatif pemerintah di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Selasa (16 Oktober 2018).

Menurut Isnaeni, pemerintah akan kesulitan menegakkan aturan jika yang menjadi objeknya nilai-nilai moral, bukan objek hukum yang tegas. Dia malah merujuk pada aturan hukum atau perda yang sudah ada.

“Tak perlu membuat perda khusus tentang LGBT, tapi bisa melalui pendekatan aturan yang sudah ada seperti Perda Antikemaksiatan, Perda Gerbang Marhamah, atau visi-misi bupati yakni Cianjur Lebih Maju dan Agamis,” tutur Isnaeni.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur ini menambahkan bahwa peran organisasi keagamaan sangat penting untuk mencegah dan mengantisipasi masalah LGBT ini.

“Pendekatan keagamaan saya kira lebih penting daripada peraturan daerah. Peran tokoh-tokoh agama lebih tepat untuk mendekati para pelaku LGBT ini,” tandas Isnaeni. (daz)

Comments

comments