Perempuan Muda Asal Sukabumi ‘Digilir’ di Angkum Cibeberan

0
741

CIANJUR, patas.id – Seorang perempuan muda berinisial A (17 tahun) diduga jadi korban pemerkosaan di dalam angkutan umum Cianjur-Cibeber, Senin (15 Oktober 2018) dini hari. Perempuan asal Kampung Puncakmanis, Sagaranten, Kabupaten Sukabumi tersebut ditemukan dalam sebuah anggkutan umum dalam kondisi telanjang sekitar pukul 04.00 WIB pagi.

Petugas Puskesmas Cibeber mengaku telah kedatangan seorang pasien yang diduga sebagai korban pemerkosaan, Senin (15 Oktober 2018). Udin Wahyudin, salah seorang petugas kesehatan Puskesmas Cibeber, mengatakan, A datang ke Puskesmas Cibeber sekitar pukul 04.00 WIB didampingi anggota kepolisian Polsek Cibeber.

“Sekarang sudah dilakukan pemeriksaan, namun hasil visumnya belum keluar,” kata Udin kepada wartawan di Puskesmas Cibeber, Senin (15 Oktober 2018).

Menurut Udin, berdasarkan keterangan, wanita tersebut adalah warga Kampung Puncakmanis, Sagaranten, Sukabumi, yang selama ini bekerja di Tanggerang seorang babysiter.

“Menurut pengakuanya, dia hendak pulang ke Sukabumi, namun sebelum pulang ke rumahnya, ia berencana untuk mampir ke rumah temannya yang ada di sekitar Alun-Alun Cibeber,” katanya.

Udin mengatakan, pada Minggu (14 Oktober 2018) sekitar pukul 19.00 WIB di depan Toserba Selamet, Pasirhayam, A naik angkum jurusan Cianjur-Cibeber.

“Di dalam angkum itu ada seorang sopir dan dua orang penumpang,” katanya.

Menurut Udin, selama dalam perjalanan, A dibawa muter-muter, kemudian disuruh menegak minuman hingga tak sadarkan diri.

“A hanya mengetahui dirinya sempat dibawa ke Jalan Pramuka, Karangtengah, setelah itu ia tak ingat apapun,” tuturnya.

Udin menjelaskan, sekitar pukul 04.00 WIB A ditemukan oleh warga di dalam angkum dalam keadaan telanjang di daerah Alun-Alun Cibeber.

“Setelah dibawa muter-muter di angkum itu, A kemudian diperkosa, lalu setelah itu A dipindahkan ke angkum lainya. Kayaknya sih di angkum lainnya juga A mau diperkosa lagi, namun A keburu sadar dan berteriak hingga akhirnya dihampiri warga,” imbuh Udin.

Sementara itu Kapolsek Cibeber Kompol Darmaji mengakuiadanya laporan kejadian tersebut. Namun, menurut dia, hingga saat ini anggota kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami sudah menerima laporan adanya kejadian itu. Saat ini kami belum bisa menyimpulkan lebih jauh karena satu orang pelaku masih diperiksa. Untuk melengkapi keterangan, kami akan memeriksa tiga orang saksi,” katanya. (daz/*)

Comments

comments