PKL Cimacan Menolak Ditertibkan

0
32

CIANJUR, patas.id – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang berdagang di Jalan Raya Puncak, depan Raja Factory Outlet, Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur bertahan dan berhadap-hadapan dengan petugas gabungan dari Satpol PP, Polri, dan TNI yang akan menertibkan bangunan pedagang kaki lima tersebut, Kamis (11 Oktober 2018). Petugas gabungan sebelumnya telah melakukan apel kesiapan di dekat lokasi.

Kabag Ops Polres Cianjur Kompol Warsito mengatakan, sesuai dengan arahan dari Wakil Bupati Cianjur untuk mengkoordinir pengamanan kegiatan satpol PP Kabupaten Cianjur dalam penertiban.

“Sebelumnya Pemkab Cianjur sudah melakukan rapat pembahasan para PKL di Jalur Raya Cipanas,” kata Warsito kepada wartawan, Kamis (11 Oktober 2018).

Warsito mengatakan, saat ini kegiatannya hanya bersifat sosialisasi, agar para pedagang membongkar dengan kesadaran masing-masing.

Dia berharap kegiatan hari ini jangan sampai ada dampak bahwa Cianjur itu tidak aman.

“Dalam kegiatan ini tidak ada yang menggunakan kekerasan fisik, dan kekerasan bahasa, dipastikan jangan sampai ada permasalahan yang muncul di lapangan,” katanya.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi dan juga berurusan dengan kesejahteraan. Maka dari itu diharapkan jangan sampai ada permasalahan di lapangan, namun harus secara pendekatan dan persuasif kepada para PKL tersebut.

“Saya harapkan jangan sampai ada gesekan antara petugas dengan para PKL, bagaimana caranya mereka (PKL) itu bisa membongkar dengan sendirinya,” katanya.

Dia mengatakan, intinya ingin menyosialisasikan pembongkaran bagi pedagang yang masih berjuang.

Saat ini pihaknya fokus ke PKL yang ada di depan Raja FO dan tidak boleh menyebar ke wilayah lain.

Seorang pedagang, Dewi Susanti (28 tahun) mengatakan, ia sudah bertahun-tahun berjualan di tempat tersebut. Dia merasa sedih karena mata pencaharian akan hilang.

“Mau dibongkar katanya tapi yang dibongkar tanpa direlokasi, ingin direlokasi di tempat strategis bukan di pasar, kalau di sini tetap gak bisa,” katanya.

Dia mengatakan, di belakang PKL saat ini ada lahan kosong jadi bisa berjualan agak mundur. “Sekuat kami akan bertahan di sini ada 30 pedagang yang menggantungkan hidup dari berdagang,” katanya. (daz/*)

Comments

comments