PT MPM Mulai Tertibkan Lahan Garapan Petani

0
11

CIANJUR patas.id – Untuk mengembalikan citra perkebunan teh dan kopi di wilayah Desa Batulawang yang masuk ke dalam tiga wilayah yakni Kecamatan Cipanas, Pacet, dan Sukaresmi, PT Maskapai Perkebunan Moelia mulai melakukan sosialisasi penertiban administrasi kepada petani penggarap, Rabu (10 Oktober 2018).

Sosialisasi dilanjutkan dengan pemeriksaan lahan hak guna usaha didampingi unsur Muspika, warga, dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat.

Koordinator Lapangan PT MPM, Dendi Hardimulia, mengatakan, pihaknya mulai menggandeng petani penggarap berbarengan dengan sosialisasi program untuk penertiban lahan dari 12 HGU yang dimiliki PT MPM.

“Ada lahan yang masih digarap warga, kami berusaha menertibkan, kami tak akan merugikan masyarakat mereka akan menjadi binaan, diberi waktu sampai panen hortikultura, lalu mereka akan kami gandeng,” kata Dendi kepada wartawan, Rabu (10 Oktober 2018).

Dendi mengatakan, program untuk para petani penggarap akan diregister setiap tahunnya. Para petani akan diberi honorarium per bulan serta upah per hari. “Untuk bagi hasil kami akan musyawarahkan lagi,” kata Dendi.

Dendi mengatakan, saat ini pihaknya membantu mengkoordinir warga dan petani penggarap agar mereka sejahtera. Untuk permasalahan semua titik pihaknya masih menunggu BPN yang akan menentukan semua titik koordinatnya.

“Kami didukung muspika untuk mengolah data administrasi, saat ini kami memiliki HGU total 1.020 hektar,” kata Dendi.

Dendi menambahkan, masa berlaku HGU tersebut sampai 2022 dan masih hak PT MPM. Menurutnya apabila di lokasi ada bangunan dan lainnya maka sepenuhnya diserahkan kepada proses hukum.

“Ke depan kami akan terus melakukan penertiban dan akan membentuk tim,” kata Dendi.

Dendi menegaskan petani penggarap kebanyakan saat ini menanam hortikultura seperti bawang dan tanaman sayuran.

“Ke depan kami persiapan pembibitan teh dan kopi. Program lainnya akan disosialisasikan lebih lanjut,” katanya. (daz/*)

Comments

comments