Proyek Jalan Beton Cikalong-Maleber Dikerjakan Asal-asalan

0
253

CIANJUR, patas.id – Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur menilai pengerjaan proyek jalan cor beton ruas Cikalong-Maleber di Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur dilakukan secara asal-asalan. Kesimpulan tersebut ditemukan pada proyek yang bersumber dari anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat senilai Rp 8,7 miliar ini dikerjakan oleh rekanan PT Karyawira Bangun Persada Utama tersebut setelah Komisi III melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pengecoran, Senin (1 Oktober 2018).

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Atep Hermawan Permana, menjelaskan, berdasarkan hasil inspeksi mendadak ke lokasi pengerjaan jalan, ada beberapa titik yang mengundang masalah karena dikerjakan secara asal-asalan.

“Ada retakan memanjang sepanjang 150 meter, ada juga ketebalan cor beton yang tidak sesuai dengan aturan,” ujar Atep saat ditemui di Ruang Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Selasa (2 Oktober 2018).

Menurut Atep, berdasarkan hasil penelusuran, pihak rekanan pun mengabaikan instruksi atau saran yang disampaikan oleh konsultan.

“Berdasarkan pengakuan konsultan, pihak kontraktor tidak mengindahkan saran maupun instruksi yang disampaikan,” tandas Atep.

Atep pun menambahkan bahwa Komisi III telah menyampaikan nota komisi berupa rekomendasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cianjur untuk melakukan tindakan.

“Rekomendasi ini untuk ditindaklanjuti oleh dinas,” tegas Atep.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ruas jalan Cikalong-Maleber sepanjang 3,7 kilometer lebih itu sebagian sudah selesai dikerjakan, sebagaian lagi masih dalam proses pengecoran. Pengerjaan harus selesai akhir bulan Oktober 2018.

Pihak kontraktor menyanggupi bahwa pengerjaan bisa selesai tepat waktu, namun Komisi III menyangsikan pekerjaan bisa selesai tepat waktu.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, masih ada pengerjaan sepanjang 800 meter yang belum selesai. Selain itu, pihak kontraktor berjanji membongkar ruas sepanjang 150 meter yang retak-retak dan berdebu. Kami sangsi bakal selesai tepat waktu,” kata Atep.

Selain itu, saat dilakukan penelusuran, media yang ikut dalam rombongan sidak tak menemukan papan nama proyek di sepanjang jalan yang sedang dicor. (daz)

Comments

comments