DS Ditahan, Keluarga di Cianjur Kebingungan

0
34

CIANJUR, patas.id – DS, warga Desa Sindangraja Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur, yang diduga terlibat pengeroyokan suporter The Jackmania, diketahui sejak kecil tinggal bersama dengan kakek dan neneknya.

Berdasarkan informasi, sejak umur satu tahun DS sudah ditinggal pergi ayahnya. Sepeninggal ayahnya, ibunya juga bekerja ke luar kota.

Sang kakek, Endang Sutarman (68 tahun) kini menderita sakit. Sehari-hari dia hanya terbaring di atas kasur di ruang tamu rumahnya. Sudah dua bulan Endang terbaring tak berdaya. Ia dirawat sang istri, Popon (54 tahun).

Saat ditemui Senin (24 September 2018), Endang dan keluarga tampak tak terkejut. Pasalnya, ia sudah menerima telepon dari pihak kepolisian bahwa cucunya saat ini berada di Polrestabes Bandung karena diduga terlibat pengeroyokan.

Menurut Endang, sejak kecil DS sudah sangat menyukai sepakbola dan Persib. Dia mengatakan bahwa DS saat berangkat sempat dilarang menonton ke Bandung. Tapi DS bersikukuh berangkat.

“Saya sudah melarangnya untuk pergi menonton, saya bilang lebih baik menonton di rumah saja,” kata Endang.

Endang mengatakan, DS sempat mengajak seorang teman untuk menginap di rumahnya sebelum berangkat pada hari Minggu. Keduanya berangkat tanpa sepengetahuan sang kakek dan nenek.

“Sejak sekolah juga sudah sangat suka sama Persib, kadang ia menabung hanya untuk ongkos dan beli tiket menonton Persib,” kata Endang.

Menurut Endang pihak sekolah pun suka memaklumi ketidakhadiran DS jika Persib bertanding. “Dia suka bikin surat izin saat sedang sekolah dulu, beberapa guru pun sudah memakluminya,” kata Endang.

Keluarga Endang sudah berfirasat ada yang tak beres saat DS tak pulang setelah pertandingan Persib vs Persija. Biasanya DS sampai rumah pukul 23.00 WIB jika Persib selesai bertanding.

“Biasanya ia pulang pukul 23.00 WIB, namun semalam ia tak pulang,” kata Endang.

Firasat Endang terbukti pada pagi harinya saat pihak kepolisian dari Polrestabes Bandung menelpon dan mengabarkan bahwa DS sudah diamankan di Polrestabes Bandung karena diduga terlibat pengeroyokan.

“Tadi dari Polrestabes Bandung menelepon mengabarkan cucu saya sudah diamankan, dan meminta pihak keluarga untuk ke sana,” kata Endang.

Endang sempat mengiyakan dari balik telepon, namun ia bingung berangkat ke Bandung dengan kondisi sakit yang dideritanya saat ini. “Kalau perjalanan jauh dan kendaraan berguncang, sakit bagian punggung sampai bawah, terkadang sampai pingsan,” kata Endang.

Endang mengatakan, ia akan berembuk dengan pihak RT mengenai siapa yang akan menjenguk DS di Polrestabes Bandung. “Pihak kepolisian mengatakan tinggal DS yang belum ada keluarganya, yang lain katanya orangtuanya sudah datang semua,” kata Endang. (daz/*)

Comments

comments