Mediasi Mentok, Penggugat Keukeuh Tuntut Kompensasi 1 Miliar

0
55

CIANJUR, patas.id – Sidang gugatan kasus pembangunan jalan yang dituding menyerobot lahan milik warga di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, berlanjut dengan mediasi. Namun, hingga kini mediasi yang digelar di Pengadilan Negeri Cianjur, Rabu (5 September 2018), belum menghasilkan titik temu.

Kuasa hukum penggugat, Karnaen, bersikukuh bahwa kliennya meminta ganti rugi bangunan dan kompensasi tanah yang terkena pelebaran jalan senilai Rp 1 Miliar. Sebab, menurut dia, kliennya merasa dirugikan akibat bangunan dan tanah yang dimilikinya terkena pelebaran jalan tersebut.

“Kita tetap menuntut ada penggantian atas kerugian tersebut. Pemerintah pasti memiliki anggaran pembebasan lahan yang kena pembangunan jalan. Itu hak klien kami,” ujar Karnaen yang ditemui usai sidang mediasi di PN Cianjur, Rabu (5 September 2018).

Namun, Karnaen pun memberikan waktu kepada pihak tergugat untuk menyelesaikan gugatan ini selama masa mediasi. Dia tetap menghargai itikad baik pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini.

“Pihak pemerintah sudah mau memperbaiki pagar dan bangunan. Namun, kami tetap menuntut agar ada kompensasi seharga tanah yang dipakai pelebaran jalan itu,” kata Karnaen.

Sementara itu, Dindin Solihin, kuasa hukum tergugat dari Bagian Hukum Setda Kabupaten Cianjur, menjelaskan, secara aturan tak ada yang dilanggar dalam proses pembangunan jalan tersebut. Menurut dia, tanah dan bangunan yang terkena pelebaran itu posisinya ada di bahu jalan.

“Aturannya kan bahu jalan tidak boleh digunakan untuk membangun. Nah, bangunan yang kena bongkar kan ada di atas bahu jalan,” kata Dindin.

Dindin pun menambahkan bahwa pemerintah sudah beritikad baik untuk membangun dan merapikan bangunan yang terkena pembongkaran tersebut.

“Kita siap membangun dan merapikan kembali. Jadi sifatnya bukan ganti rugi, tapi merapikan kembali,” tutur Dindin.

Dindin pun siap meladeni tuntutan penggugat dalam persidangan jika kasus ini tidak tuntas di tingkat mediasi.

“Kalau mediasi mentok dan berlanjut ke persidangan, kami siap melayani,” tegas Dindin.

Kasus gugatan ini digelar di PN Cianjur setelah ada laporan warga yang merasa dirugikan dalam pembangunan jalan beton di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukanagara. Ada 6 tergugat dalam sengketa ini, masing-masing Bupati Cianjur, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, Camat Sukanagara, Kepala Desa Gunungsari, Direktur PT Central Beton Nusantara, dan PT Jaya Niaga Sajagat. (daz)

Comments

comments