Jalan Beton Ngebul, Korban pun Berjatuhan

0
29

CIANJUR, patas.id – Proyek pembangunan jalan beton ruas Pamoyanan-Kalapanunggal di Kecamatan Cibinong-Cikadu, Kabupaten Cianjur, banyak menelan korban. Akibat licin karena debu dan kerikil, para pengendara sepeda motor banyak yang jatuh saat melintas di jalan senilai Rp 6,7 miliar tersebut.

“Awalnya sekitar sepekan tiga kali selalu ada warga yang mengendarai sepeda motor terjatuh. Bahkan setelah selesai sehari bisa tiga orang yang jadi korban,” ujar Kusmawan, warga Desa Kalapanunggal Kecamatan Cikadu, saat dihubung, Senin (2 September 2018).

Kusmawan menambahkan, saudaranya sampai ada yang terkilir kakinya dan terpaksa dibawa ke tukang pijat.

“Saudara saya sampai keseleo karena terjatuh saat mengendarai sepeda motor di jalan yang berdebu,” kata dia.

Iwan Permana, tokoh warga Kampung Cikangkareng, Desa Pamoyanan, Kecamatan Cibinong, menjelaskan, ada beberapa hal yg perlu disampaikan soal kualitas proyek pembetonan jalan yang mengakibatkan korban berjatuhan tersebut.

Pertama, kata dia, penutupan jalan saat proyek dilaksanakan terlalu lama sehingga merugikan warga sekitar.

“Jadi, pemborong itu hanya memikirkan diri sendiri tapi tidak memikirkan warga sekitar sementara tidak ada jalan alternatif,” ujar Iwan.

Selain itu, imbuhnya, pemerintah harus mengevaluasi seluruh proyek yang ada di daerah, khususnya pengawasan, jangan sampai asal-asalan.

“Kalau pengerjaannya asal-asalan, ya hasilnya pun bisa dipastikan asal-asalan pula. Kualitasnya tidak akan maksimal,” tutur Iwan.

Iwan menegaskan bahwa jika terbukti pihak kontraktor mengerjakan proyek pembangunan jalan asal jadi, sebaiknya perusahaan tersebut di-blacklist.

“Sebab, selain membahayakan warga, juga merugikan negara karena menggunakan uang rakyat,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, proyek infrastruktur kegiatan peningkatan jalan Pamoyanan-Kalapanunggal berlokasi di Kecamatan Cibinong dan Cikadu bersumber dari DAU APBD Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2018 senilai Rp 6.783.915.000. Proyek itu dikerjakan oleh PT Artha Cipta Nusantara.

Pihak Dinas PUPR belum bisa memberikan keterangan mengenai hal tersebut. Begitu juga pihak ketiga saat ini sulit dihubungi maupun ditemui untuk dikonfirmasi. (daz/*)

Comments

comments