Awas, Pasang APK di Pohon Bisa Kena Sanksi

0
92

CIANJUR, patas.id – Pemasangan alat peraga kampanye (APK) di pohon yang terus marak banyak menuai protes, terutama dari penggiat lingkungan hidup. Bawaslu pun menyayangkan regulasi yang tidak tegas terhadap praktek vandalisme serupa itu.

Eko Wiwid Widianto, pemerhati masalah sosial dan lingkungan hidup, mengatakan, pohon bukan lahan untuk memasang alat peraga kampanye. Dia bersama para penggiat lingkungan hidup di Cianjur sering mencabuti paku-paku yang tertancap di pohon bekas pemasangan alat peraga kampanye.

“Kami sudah sering meminta agar tim sukses tidak memasang gambar di pohon. Kami juga sering membersihkan pohon dari paku bekas pemasangan gambar. Coba, jangan pasang di pohon. Tim sukses harus lebih kreatif, jangan ambil gampangnya saja masang di pohon,” ujar Eko kepada wartawan di Ciloto, Cianjur, Kamis (30 Agustus 2018).

Eko mendorong agar pihak Bawaslu RI mengeluarkan regulasi yang tegas soal larangan pemasangan alat peraga kampanye di pohon. Jika perlu, timpal dia, beri sanksi seberat-beratnya agar ada efek jera.

“Kalau perlu dibui caleg yang terbukti memasang alat peraga kampanye di pohon. Biar ada efek jera kalau sanksinya dipenjara,” tutur Eko.

Ketua Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Jawa Barat, Lolly Suhenty, mengakui bahwa tidak ada aturan tegas yang melarang pemasangan APK di pohon. Menurut dia, regulasi yang digunakan mengacu pada PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum.

“Ada pasal yang mengatur pemasangan alat peraga kampanye harus memperhatikan unsur etika dan estetika. Pasal itu yang bisa digunakan, tapi tidak tegas dan bisa multitafsir,” ujar Lolly.

Lolly berharap untuk pemilu ke depan, ada regulasi yang lebih tegas baik dalam Undang-Undang Pemilu maupun PKPU.

“Kalau aturannya tegas, Bawaslu bisa melakukan tindakan dan menyampaikan rekomendasi kepada KPU untuk dieksekusi,” kata Lolly. (daz)

Comments

comments