Niat Membangun Jalan, Kades Gunungsari Malah Digugat 1 Miliar

0
47

CIANJUR, patas.id – Niat membangun jalan untuk kepentingan warga, Kepala Desa Gunungsari Kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur malah digugat Rp 1 miliar karena dituding menyerobot lahan milik warga setempat.

Ade Hidayat, Kepala Desa Gunungsari, digugat di Pengadilan Negeri Cianjur, Rabu (29 Agustus 2018) oleh Lie Siu Fa (43 tahun). Melalui kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Karnaen & Associates, dia menggugat karena dua lokasi lahan dan bangunan miliknya di Kampung Neglasari RT 003/RW 001 diserobot pembangunan jalan. Selain Kepala Desa Gunungsari, tergugat lain adalah Bupati Cianjur, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, Camat Sukanagara, Direktur PT Central Beton Nusantara, dan PT Jaya Niaga Sajagat.

Menurut Ade Hidayat, pembangunan jalan sepanjang 700 meter melalui pembetonan itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Sebab, kata dia, selama ini jalan yang menjadi urat nadi warga tersebut belum tersentuh pembangunan.

“Sebelum dilakukan pengerjaan pembetonan sudah dilakukan sosialisasi dan musyawarah agar warga yang lahannya terkena pelebaran jalan merelakan miliknya. Ada kesepakatan warga merelakan lahan miliknya melalui pernyataan dan tanda tangan resmi dari warga,” ujar Ade saat ditemui usai sidang di PN Cianjur, Rabu (29 Agustus 2018).

Ade pun balik menuding bahwa lahan dan bangunan milik penggugat yang dibongkar berada di median jalan.

“Bangunan yang dibongkar itu terlalu maju ke bahu jalan. Masa kalau lahan yang lain direlakan demi kepentingan umum, ini malah menggugat,” kata dia.

Sementara itu, Karnaen, kuasa hukum penggugat bersikukuh bahwa pemerintah telah melanggar aturan dengan menyerobot lahan dan membongkar bangunan milik kliennya tanpa ada pemberitahuan. Menurut Karnaen, bangunan yang dibongkar itu merupakan lahan usaha milik kliennya sehingga menderita kerugian secara material.

“Klien saya dirugikan dengan adanya penyerobotan lahan dan pembongkaran bangunan tersebut. Itu kan ada toko bangunan sebagai lahan usaha klien kami,” tandasnya.

Atas kerugian lahan dan bangunan tersebut, Karnaen menyampaikan gugatan dengan jumlah Rp 1 miliar.

“Itu materil dan immateril. Materil berupa tanah, pagar, dan bangunan senilai Rp 500 juta dan immateril Rp 500 juta,” kata Karnaen.

Sidang pertama hanya dibuka, lalu majelis hakim menunda sidang hingga sepekan ke depan karena ada tergugat yang tidak hadir. (daz)

Comments

comments