Potensi Gempa 8 MMI di Cianjur, Begini Pernyataan PVMBG

0
29

CIANJUR, patas.id – Kabupaten Cianjur menjadi salah satu dari tiga daerah di Jawa Barat yang berpotensi mengalami gempa bumi dengan skala 8 MMI (Modified Mercalli Intensity) atau sama dengan gempa di Lombok. Apalagi ada sumber gempa yang bersumber di darat yakni akibat bergeraknya lempengan bumi.

Informasi adanya potensi gempa itupun sudah menyebar dalam pesan berantai di sejumlah aplikasi percakapan, seperti whatsapps. Disebutkan jika Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan rilis terkait gempa yang diakibatkan pergerakan patahan Cimandiri dalam waktu dekat.

Terkait hal itu, Peneliti Bumi Madya PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Supartoyo, mengatakan, terkait potensi adanya gempa bumi akibat pergerakan lempengan di Jawa Barat, memang benar. Namun pihaknya menegaskan bahwa terkait waktu tidak ada yang bisa memprediksi kapan akan terjadi.

“Jawa Barat ini ada beberapa patahan dan lempengan yang bergerak hingga berpotensi menjadi penyebab gempa yang bersumber di darat. Tapi saya sampaikan terkait waktuka atau lokasinya, semua peneliti sepakat tidak ada yang bisa memprediksi atau meramalkan,” ujar dia saat dihubungi wartawan, Kamis (16 Agustus 2018).

Dia menuturkan, Cianjur ini menjadi salah satu daerah yang berpotensi terdampak jika patahan Cimandiri mengalami pergerakan. Bahkan termasuk Sukabumi dan Bandung Barat yang juga dilintasi oleh patahan tersebut.

“Di Jawa Barat ini ada juga patahan dan lempengan lainnya selain Cimandiri yang juga memliki potensi serupa,” kata dia.

Tetapi, lanjut dia, informasi potensi gempa itu juga penting untuk mendorong semua pihak melakukan antisipasi dan persiapan. Mitigasi bencana pun bisa dijalankan oleh pemerintah daerah, seperti tidak melakukan pembangunan di daerah-daerah yang labil.

“Informasi potensi itu penting untuk meningkatkan kewaspadaan, bukan untuk menakut-nakuti., Tapi perlu digarisbawahi lagi, jika tidak ada yang bisa memprediksi kapan akan terjadinya. Mungkin yang disampaikan beberapa waktu lalu sama dengan saya, tapi ada yang berubah setelah beberapa kali diteruskan, terutama terkait adanya pernyataan terjadi dalam waktu dekat, sekali lagi saya sampaikan jika untuk kapan dan dimana tidak ada yang tahu,” pungkasnya. (daz/*)

Comments

comments