Serempet Bus, Sebuah Truk Jungkir Hantam Dua Rumah

0
9

CIANJUR, patas.id – Sebuah truk boks bermuatan minuman ringan terguling setelah bertabrakan dengan bus MGI di Jalan Raya Sukabumi, tepatnya di Kampung Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Selasa (7 Agustus 2018). Akibatnya, dua bangunan di pinggir jalan rusak berat lantaran tertabrak truk yang terguling.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula ketika truk boks melaju dari arah Sukabumi menuju Cianjur. Saat melintas di Bangbayang, truk yang melaju dalam kecepatan tinggi tersebut oleng. Melihat truk melaju dengan tidak normal, sopir bus MGI yang melaju dari arah berlawanan berusaha untuk menghindar.

“Busnya sempat berhenti menurunkan penumpang tidak jauh dari titik kecelakaan. Saat maju ternyata dari depan ada truk yang oleng. Mau menghindar sudah tidak bisa, karena truk kecepatannya tinggi,” ujar Nurjanah (57 tahun) salah seorang saksi mata saat ditemui di lokasi kejadian.

Alfian (22 tahun), saksi lain, menyebutkan, akibat tabrakan tersebut bagian kanan bus yang terserempet truk mengalami kerusakan. Beruntung puluhan penumpang bus tidak mengalami luka apalagi korban jiwa.

“Jadi setelah menabrak tiang listrik dan pohon, truk akhirnya menabrak toko material serta rumah warga sampai rusak parah. Bagian depan rumah hancur,” kata dia.

Alfian menambahkan, sopir truk dan pemilik rumah yang pada saat itu sedang ada di dalam berhasil selamat. “Sopir truk luka-luka, tadi langsung dibawa ambulan ke rumah sakit. Termasuk ada pengendara sepeda motor di belakang truk juga luka ringan, hanya terjatuh menabrak bagian belakang truk yang sudah berhenti,” ucapnya.

Eep Ependi (62 tahun), pemilik rumah, menjelaskan, ketika kejadian dia sedang tidur di kamar belakang. Sementara sang istri tengah memasang di dapur. Dengan begitu, dia dan istrinya berhasil selamat, lantaran yang terkena dampak tabrakan hanya bagian depan rumah.

“Sebelum kejadian saya ke kamar belakang, biasanya diam di depan rumah. Tapi tadi bawaannya ingin ke kamar. Kalau tetap di depan sepertinya saya tertabrak,” tuturnya.

Cecep Munajat (30 tahun), pemilik toko material, menjelaskan, di jalur tersebut sering terjadi kecelakaan. Bahkan untuk kecelakaan tunggal ataupun tabrakan ringan terjadi hampir setiap pekan.

Namun untuk yang paling parah terjadi beberapa tahun lalu dimana truk menabrak beberapa kendaraan dan tiga bangunan hingga mengakibatkan cukup banyak korban jiwa.

“Memang sering terjadi kecelakaan di jalur ini, tapi kalau yang parah itu beberapa tahun lalu. Lokasinya tepat di seberang yang tadi kecelakaan. Biasanya memang membuang ke tanah kosong di jalur sebelah, tapi karena tadi jalan sedang padat, jadinya buang setir ke kiri,” ungkapnya. (daz/*)

Comments

comments