Ombak 9 Meter Hantam Pesisir Selatan Cianjur

0
8

CIANJUR, patas.id – Puluhan warung semi permanen di sepanjang Pantai Jayanti di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, rusak berat akibat dihantam gelombang tinggi yang mencapai 6-9 meter.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun puluhan pedagang dan warga yang tinggal di sepanjang pantai mengungsi ke tempat yang aman dari hantaman gelombang yang sejak satu pekan terakhir meningkat.

“Selama dua hari terakhir gelombang mencapai 9 meter, sehingga hempasannya menghantam puluhan warung dan rumah warga di pinggir pantai hingga rusak berat,” kata Rahmat, warga Kecamatan Cidaun, Kamis (26 Juli 2018).

Dia menuturkan, hingga saat ini warga mengungsi ke tempat yang dinilai aman. Bahkan beberapa orang di antaranya terpaksa menumpang di rumah sanak saudara karena tidak memiliki tempat tinggal.

“Sekitar lima keluarga terpaksa menumpang karena warung yang merangkap tempat tinggal mereka rusak dihantam gelombang,” katanya.

Dia menambahkan, akibat gelombang tinggi 5 perahu nelayan rusak berat sehingga tidak dapat lagi digunakan untuk melaut. Sebagian besar nelayan saat ini mendaratkan perahunya agar aman dari gelombang.

Sementara hal yang sama menimpa pemilik warung di Pantai Sereg, Apra dan Pantai Lugina di Kecamatan Agrabinta. Total warung yang rusak berat sebanyak 8 warung, dua di antaranya di Pantai Lugina.

Ketua Orari Kabupaten Cianjur, Rudi Sjahdiar Hidajath, yang memantau langsung di lokasi Pantai Jayanti, Sindangbarang, dan Agrabinta, menuturkan bahwa saat ini ombak masih besar dan nelayan tidak diperkenankan untuk melaut.

“Ada pun ikan laut yang dijual di TPI Pelabuhan Jayanti hasil tangkapan nelayan yang melaut sebelumnya,” tutur dia.

Rudi menambahkan, tinggi ombak pada Selasa (24 Juli 2018) malam 6 sampai 9 meter. Sementara saat ini, berdasarkan monitoring, tinggi ombak sekitar 4 meter.

“BMKG Maritim memperkirakan akan ada pasang yang kedua, tapi mudah-mudahan tidak terjadi,” imbuhnya.

Sebelumnya BPBD Kabupaten Cianjur, telah mengimbau warga yang tinggal di sepanjang pantai selatan Cianjur untuk tidak beraktivitas. Bahkan wisatawan dan warga dilarang mendekati bibir pantai seiring gelombang tinggi. (daz/*)

Comments

comments