Pasangan Rindu Unggul Tipis di Kabupaten Cianjur

0
24

CIANJUR, patas.id – Pasangan calon (Paslon) nomor urut satu Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) menang tipis atas paslon nomor urut 4, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Kabupaten Cianjur. Selisih keduanya hanya sekitar 11 ribu suara atau 1,04 persen.

Hasil tersebut didapat setelah KPU Kabupaten Cianjur menuntaskan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Hasil Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Kabupaten Cianjur yang digelar di Green Hill Resort & Hotel, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Rabu (4 Juli 2018).

Berdasarkan hasil rapat pleno tersebut, pasangan Rindu memperoleh 338.346 suara, Tb Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) 101.525 suara, Sudrajat-Syaikhu (Asyik) 263.464 suara, dan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 326.547 suara.

“Untuk Surat suara sah jumlahnya 1.029.882 surat suara, sementara untuk surat suara tidak sah sebanyak 41.772 surat suara. Untuk total surat suara sah dan tidak sah, berjumlah 1.071.654 surat suara,” ujar Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Anggy Shofia Wardhany, saat pembacaan penetapan hasil rapat pleno terbuka.

Pelaksanaan rapat pleno terbuka digelar sejak pukul 10. 00 WIB dan baru tuntas pada pukul 20. 50 WIB. Setiap PPK pun menyampaikan hasil rapat pleno tingkat kecamatan atas penyelenggaraan pencoblosan di 3.921 TPS.

Anggy menyebutkan, tidak ada keberatan atas kejadian khusus yang disampaikan dari saksi yang mewakili masing-masing pasangan calon. Namun ada beberapa hal yang diungkapkan, di antaranya terkait pemilih disabilitas, masih banyaknya pemilih yang menggunakan e-KTP atau dengan kata lain di luar DPT (Daftar Pemilih Tetap), dan partisipasi pemilih yang masih belum maksimal.

“Untuk disabilitas itu kan ada form baru, membuat tim PPK belum terbiasa. Jadi koreksi tersebut muncul karena murni human error bukan karena ada unsur kesengajaan. Terkait banyaknya yang menggunakan e-KTP akan jadi bahan evaluasi ke depan, dan menyangkut partisipasi pemilih kami sudah sangat maksimal melakukan sosialisasi meski dengan keterbatasan anggaran. Partisipasi sebanyak 64 persen itu sudah ada peningkatan, meskipun masih belum maksimal,” kata dia.

Namun, lanjut dia, untuk secara keseluruhan, hasil pemungutan suara dan rekapitulasi sudah sesuai. Bahkan data dari KPU dengan Panwaslu Kabupaten Cianjur sudah sesuai, sehingga tidak ada penggelembungan atau pengurangan surat suara.

“Tadi sudah disampaikan oleh Panwaslu bahwa datanya sesuai, tidak ada penggelembungan atau pengurangan. Semua sudah bekerja dengan baik, dan diharapkan bisa jadi gambaran agar lebih baik di penyelenggaraan pemilihan umum ke depan,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikir Nur, menuturkan, dalam pelaksanaan pleno memang terjadi kesalahan dari sisi penulisan data, termasuk kaum difabel, tapi semuanya sudah diperbaiki.

Terkait pelanggaran, kata Hadi, Panwaslu mencatat ada banyak pelanggaran yang terjadi selama penyelenggaraan Pilgub Jabar. Di antaranya yang sampai ke pihak kepolisian, keterlibatan ASN dalam kampanye salah satu paslon. Saat ini berkasnya sudah ada di pihak kepolisian.

“Untuk plenonya sendiri berjalan lancar, data semua sudah diperbaiki. Namun kami akan tetap fokus mengawal satu pelanggaran yang sudah masuk ke kepolisian. Kami akan kawal sampai tuntas,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments