Pasangan Yanto-Yanti Hidup di Kandang Domba

0
63

 

CIANJUR, patas.id – Pasangan suami-istri Yanto Sugianto (44 tahun) dengan Yanti Susilawati (45 tahun) yang memiliki 4 orang anak di Kampung Kepuh RT 02/RW 13, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, selama 6 tahun menghuni bangunan bekas kandang domba. Kondisi keluarga tersebut mengundang keprihatinan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk berkunjung sekaligus memberikan bantuan, Rabu (4 Juli 2018).

Dikunjungi mantan Bupati Purwakarta yang didampingi Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ade Barkah Surahman, Yanti mengaku terharu sekaligus senang. Dia pun menuturkan bahwa sudah 6 tahun dia bersama keluarganya nebeng hidup di rumah orangtuanya. Karena kondisi rumah orangtuanya yang kecil, dia pun terpaksa menyulap kandang domba di samping rumah tersebut sebagai tempat tinggal.

“Di rumah orangtua hanya ada satu kamar untuk tidur anak-anak, sementara saya dan suami tidur di kandang domba,” tutur Yanti saat ditemui di kediamannya, Rabu (4 Juli 2018).

Yanti menjelaskan, suaminya tak punya pekerjaan tetap. Kadang-kadang menjadi buruh di sawah atau menyabit rumput untuk tetangga yang punya domba.

“Penghasilan dari menyabit rumput itu satu karung Rp 5 ribu. Sehari paling banyak dapat 4 karung. Untuk makan saja tidak cukup,” kata Yanti.

Yanti sumringah ketika Dedi Mulyadi menyanggupi membangun rumah bagi keluarganya. Apalagi ditambah dengan bantuan domba untuk diternak.

“Alhamdulillah ada bantuan dari Pak Dedi dari Purwakarta. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih dan syukur alhamdulillah,” ujar Yanti.

Dedi Mulyadi mengaku akan terus membantu warga Jawa Barat yang butuh bantuan, terutama masalah ekonomi. Menurut dia, kebiasaannya ini tak akan berhenti meskipun gagal jadi gubernur dalam pertarungan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

“Ini tak ada hubungan dengan pilkada, murni unsur kemanusiaan. Saya tetap akan melakukannya selama saya bisa, ada pilkada atau pun tidak,” kata Dedi.

Dia mengakui bahwa selama ini ada tudingan bahwa kebiasaannya membantu warga kurang mampu sebagai bagian dari kampanye dan pencitraan.

“Saya hanya bicara bukti dan kerja. Tak jadi gubernur pun, selama saya mampu, saya akan terus melakukan kebiasaan ini,” tandas dia. (daz)

Comments

comments