Maaf, Jangan Parkir di Jalan HOS Cokroaminoto

0
70

CIANJUR, patas.id – Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur mulai menerapkan larangan parkir di badan jalan di ruas Jalan HOS Cokroaminoto, Senin (25 Juni 2018). Sayangnya, larangan tersebut membuat beberapa pengendara sepeda motor malah memarkirkan kendaraannya di atas trotoar.

Kepala Bidang Teknik Sarana dan Keselamatan Dishub Kabupaten Cianjur, Prihadi Wahyu Santosa, menjelaskan, sesuai dengan surat edaran yang sudah disebar, larangan parkir tersebut mulai diterapkan Senin (25 Juni 2018). Selama sebulan ke depan, ucap dia, masih sebatas masa sosialisasi kepada warga, namun juga sekaligus penerapan.

“Jadi baru penerapan yang bersamaan dengan sosialisasi langsung. Belum sampai ke penindakan bagi pelanggar,” ujar dia kepada wartawan di sela kegiatan, Senin (25 Juni 2018).

Terkait waktu larangan parkir, dia menjelaskan bahwa penerapannya mulai dari pagi hingga sore hari. Ke depan, rencananya akan disesuaikan kembali, mengikuti kondisi arus lalu lintas.

“Bisa saja nanti diatur pada jam tertentu atau tetap dari pagi sampai sore. Tujuannya tentu untuk mengantisipasi kemacetan di jam padat aktivitas,” kata dia.

Menurutnya, selama sepekan penuh, petugas Dishub akan berjaga di lingkungan yang dilarang parkir di badan jalan, yakni mulai dari simpang tiga Jalan Dr Muwardi sampai simpang tiga Jalan Barisan Banteng.

“Jadi sebenarnya tidak sepanjang jalan HOS Cokroaminoto, tapi dari persimpangan awal ke simpang tiga Barisan Banteng. Mengingat titik ini yang potensi macetnya tinggi,” ucapnya.

Dia mengatakan, Dishub menyediakan lahan parkir di area eks pasar malam yang diklaim mampu menampung volume kendaraan yang biasa parkir di badan jalan. Bahkan selain itu, area parkir di perbankan pun jadi alternatif bagi pemilik kendaraan, terutama yang memang merupakan karyawan dari perbankan tersebut.

“Sebenarnya untuk area parkir sudah direncanakan untuk dibuat di eks bangunan Bank BJB, tapi sampai saat ini belum dapat persetujuan, sehingga kami gunakan lahan eks pasar malam yang dipinjamkan pemiliknya,” tutur dia.

Sayangnya, penerapan larangan parkir itu membuat sebagian pemilik sepeda motor memarkirkan kendaraannya di atas trotoar. Padahal, trotoar merupakan kawasan untuk pejalan kaki. Tetapi Dishub belum akan mengambil tindakan, mengingat penerapan larangan parkir masih berupa sosialisasi langsung.

Namun, Hadi menyebutkan, jika dalam beberapa hari ke depan masih banyak yang memarkirkan sepeda motor di atas trotoar, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi lainnya untuk mengambil tindakan.

“Untuk trotoar kan ada instansi lain yang lebih berwenang, kami akan koordinasi supaya semuanya tertib. Setelah masa sosialisasi ini, kami akan evaluasi lagi untuk menentukan kebijakan selanjutnya. Kami juga masih perlu menambah rambu untuk mempermudah informasi ke pengguna kendaran,” kata dia.

Sementara itu, Sanusi (29 tahun) salah seorang pengendara, mengaku dengan adanya larangan parkir tersebut kawasan HOS Cokroaminoto terutama yang masuk kawasan larangan menjadi lancar. Namun, dia mengharapkan adanya sosialisasi lebih gencar lagi supaya warga bisa cepat tahu.

Selain itu, perlu juga ada penambahan rambu dan pemberitahuan lokasi parkir yang telah disediakan. Apalagi jika nanti tidak ada petugas, sebab rambu yang saat ini ada dinilai masih kurang.

“Papan informasi dan rambunya masih kurang, jadi banyak yang tidak tahu harus parkir di mana. Kebanyakan sudah belok ke kiri untuk parkir, ternyata lokasinya ada di sebelah kanan dari jalan. Takutnya nanti bisa menyebabkan kecelakaan kalau tiba-tiba ada pengendara dari ruas kiri yang belok untuk parkir ke kanan,” ucap dia. (isl)

Comments

comments