Banjir Genangi Kota, Wabup Salahkan Warga

0
19

CIANJUR, patas.id – Banjir mengepung wilayah perkotaan Cianjur, Jumat (22 Juni 2018). Bahkan ketinggian air sudah mencapai betis orang dewasa. Diduga banjir yang menggenang di sejumlah ruas jalan protokol itu diakibatkan sampah yang menyumbat saluran drainase.

Berdasarkan pantauan, banjir mulai terjadi setelah Cianjur diguyur hujan deras sejak pukul 15.30 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Namun baru sejam hujan, wilayah perkotaan mulai digenangi air.

Banjir terjadi mulai dari Jalan Dr Muwardi, Jalan Mangunsarkoro, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Moch Ali, dan ruas jalan protokol lainnya. Permukaan air pun sudah setingkat dengan bata taman yang dibangun di trotoar, bahkan di Jalan Mangunsarkoro, taman tersebut sudah tergenangi air.

Kondisi tersebut juga membuat arus lalu lintas menjadi padat, bahkan di beberapa titik hingga terjadi kemacetan. Terlihat pula sejumlah pengendara sepeda motor mendorong kendaraannya karena mesin yang sudah kebanjiran.

“Mulai banjir sejak sore, awalnya hanya setinggi mata kaki, tapi semakin lama dan hujan masih deras, ketinggiannya sampai betis orang dewasa,” ungkap Arief (25 tahun) salah seorang pengendara sepeda motor.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku sudah mengecek ke lapangan usai menerima informasi terjadinya banjir. Menurutnya, banjir tersebut terjadi akibat saluran drainase yang tertutup sampah dari warga yang membuang sampah sembarangan.

“”Sebenarnya ini akibat dari ulah warga sendiri, drainase sudah kami perbesar. Saluran air juga diperbanyak. Tapi karena ada sampah yang dibuang sembarangan, jadi terbawa air hujan dan menutup saluran yang ada,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler.

Menurutnya, setelah dilakukan pembersihan di lubang saluran air, banjir langsung hilang dalam waktu singkat. “Sekarang sudah normal, tidak ada lagi banjir,” kata dia.

Dengan ada hal tersebut, lanjut dia, pihaknya mengingatkan warga untuk tidak membuat sampah sembarangan dan tepat waktu saat pengangkutan oleh petugas. Pasalnya, meskipun selalu dilakukan pembersihan oleh petugas, tapi banyaknya warga yang tidak peduli lingkungan membuat kemungkinan drainase tertutup terus ada.

“Kami juga berencana untuk membuat perbup terkait samksi bagi warga yang buang sampah sembarangan. Soalnya upaya untuk mempercantik kota dan menata drainase tetap terhambat lantaran sampah yang terus dibuang sembarangan serta menutup saluran yang ada,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments