Libur, Pengunjung Situs Gunung Padang Overload

0
33

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur didesak untuk segera menata zona pengembangan Situs Megalitikum Gunung Padang. Hal itu dilakukan untuk memecah fokus wisata ketika terjadi lonjakan pengunjung, terutama saat libur panjang.

Koordinator Juru Pelihara Situs Gunung Padang, Nanang Sukmana, mengatakan, pada momentum libur panjang, jumlah pengunjung bisa meningkat hingga beberapa kali lipat dibandingkan biasanya. Jika di hari biasa pengunjung hanya sebanyak 250 hinnga 300 orang, pada momentum libur panjang jumlahnya bisa mencapai 2.000 orang dalam sehari.

“Seperti dalam momentum libur panjang Idul Fitri ini, pada Sabtu dan Minggu kemarin sampai 2.000 orang. Didominasi wisatawan asal Cianjur dan kota sekitar, seperti Bandung, Bogor, dan Sukabumi. Termasuk ada juga wisatawan asing,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (18 Juni 2018).

Menurutnya, untuk saat ini, para juru pelihara dan kompepar hanya bisa membatasi lama pengunjung di puncak situs. Pasalnya, jika membatasi jumlah pengunjung yang hendak naik ke situs, maka akan terjadi penumpukan di area bawah atau parkiran situs.

“Jadi kalau ada pengunjung yang sudah sejak berada di puncak situs, diarahkan untuk kembali turun. Supaya tidak menumpuk di puncak. Petugas memang mesti kerja ekstra, ditambah untuk mengingatkan para pengunjung agar tidak menginjak atau duduk di atas batu di bagian tertentu supaya tidak rusak atau patah,” tuturnya.

Maka dari itu, lanjut dia, pihaknya nmengharapkan Pemerintah Kabupaten Cianjur segera merealisasikan rencana penataan zona pengembangan Situs Gunung Padang. Wisata alternatif yang tak jauh dari kawasan situs bakal mengurangi penumpukan wisatawan di satu titik, yakni di situs.

Hal itu, menurut Nanang, bakal membuat situs tetap terjaga dalam waktu lama. Pasalnya jika terlalu banyak wisatawan di puncak situs, kemungkinan pergeseran tanah dan kerusakan semakin besar.

“Yang kami harpakan segera penataan di kawasan pengembangan, minimalnya 2 kilometer dari situs. Jadi ketika di situs penuh, ada alternatif. Misalnya dibuatkan wisata berkemah, outbond, atau lainnya,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments