Ahay Ketahuan, Ada ASN Ikut Kampanye Nomor 1

0
88

CIANJUR, patas.id – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Cianjur memanggil beberapa saksi untuk dimintai klarifikasi kasus dugaan keterlibatan ASN dalam kampanye salah satu pasangan calon pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Ada 8 saksi yang dimintai klarifikasi. Tiga saksi dimintai klarifikasi Minggu (17 Juni 2018), tiga saksi Senin (18 Juni 2018), dan dua lagi Selasa (19 Juni 2018).

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kabupaten Cianjur, Tatang Sumarna, menjelaskan, klarifikasi dilakukan terhadap para saksi untuk mendapatkan keterangan atas dugaan keterlibatan salah seorang ASN bernama Budi Wahyu Mawardi yang menjabat sebagai Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Campaka Mulya sekaligus Kepala Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Campaka Mulya.

“Dalam foto yang ditemukan Panwaslu, yang bersangkutan berfoto bersama Ridwan Kamil, Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, sambil mengacungkan satu jari simbol dari pasangan Rindu,” ujar Tatang kepada patas.id di Sekretariat Panwaslu Kabupaten Cianjur, Jalan Aria Wiratanu Datar, Karangtengah, Cianjur, Senin (18 Juni 2018).

Tatang mengatakan, untuk keperluan penanganan kasus ini, selain memanggil dan memeriksa ASN itu, ada 8 saksi yang dimintai klarifikasi, masing-masing 3 dari Panwascam Sukanagara dan Campaka Mulya serta PPL Desa Sukanagara, dua pengunggah foto ASN, Sekretaris Kecamatan Campaka Mulya dan Sekretaris KPU Kabupaten Cianjur sebagai atasan yang bersangkutan, dan satu orang lagi warga yang ikut berfoto bersama.

“Yang bersangkutan (ASN, red) rencananya akan diperiksa Selasa (19 Juni 2018),” kata Tatang.

Tatang menambahkan, ada 3 pelanggaran yang diduga kuat dilakukan Budi Wahyu Mawardi. Yakni, tindak pidana pemilu, kode etik penyelenggara pemilu, dan kode etik ASN.

“Kami akan berusaha memproses kasus ini secepatnya. Kalau bisa sebelum hari pencoblosan sudah beres. Namun, kalaupun lewat, proses hukum tetap berjalan selama masih belum kadaluwarsa,” tutur dia.

Sementara itu, Ujang Sopyan alias Arba Ramadhaa (44 tahun) mengaku mendapat surat undangan klarifikasi dari Panwaslu Kabupaten Cianjur dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan kampanye yang dilakukan ASN Kecamatan Campaka Mulya.

“Iya, saya dimintai keterangan seputar kasus dugaan keterlibatan ASN dalam kampanye mendukung pasangan calon nomor 1 pada Pilgub Jabar 2018,” kata Arba.

Arba mengaku mendapat foto ASN Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Campaka Mulya bernama Budi Wahyu Mawardi yang berfoto bersama Ridwan Kamil dari salah satu grup Whatsapp (WA).

“Lalu saya mengunggah foto tersebut dalam akun pribadi Facebook karena saya menganggap itu sebuah pelanggaran yang harus diketahui publik dan ditindaklanjuti oleh Panwaslu,” ujar dia.

Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur, menjelaskan bahwa kasus tersebut merupakan hasil temuan Panwaslu yang segera ditidaklanjuti.

“Sebelum foto yang bersangkutan dengan salah satu calo gubernur itu ramai di media sosial, saya sudah lebih dahulu mendapatkannya sehingga langsung ditindaklanjuti,” kata Hadi. (daz)

Comments

comments