Seratusan Warga Takokak Tolak Peternakan Ayam

0
106

CIANJUR, patas.id – Sekitar seratusan warga Kampung Puncak Bungah di Desa Pasawahan, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, berujuk rasa ke kantor desa dan kecamatan setempat, Rabu (30 Mei 2018). Mereka memprotes rencana pembangunan kandang ayam yang dinilai mereka hanya menimbulkan efek negatif.

Aksi berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Warga dengan berbagai atribut menyerukan protes penolakan pembangunan kandang ayam yang dilaksanakan PT Male di lahan seluas lebih kurang 16 hektar. Aksi berjalan tertib. Warga menyampaikan aspirasinya dalam pengawalan aparat kepolisian.

“Warga meminta agar pemerintahan desa dan kecamatan menolak pembangunan kandang ayam di wilayah kami,” tegas Jajang, koordinator aksi.

Saat ini rencana pembangunan kandang ayam masih dalam tahap perataan tanah (cut and fill). Alasan penolakan pembangunan kandang ayam, lanjut Jajang, didasari pertimbangan berdekatan dengan sumber air warga sekitar.

“Banyak dampak yang sudah dirasakan masyarakat, terutama air bersih. Apalagi waktu musim hujan beberapa waktu lalu, tahapan perataan tanah sangat mengganggu sumber pasokan air masyarakat,” tegasnya.

Vicky Wiguna, tokoh pemuda Desa Pasawahan mengaku puncak kekesalan warga terjadi saat musim hujan beberapa waktu lalu. Pasokan air ke rumah-rumah warga berubah keruh berwarna cokelat lantaran bercampur dengan tanah karena sumber air rusak terdampak buldoser yang sedang meratakan tanah.

“Aksi unjuk rasa ini mendesak penolakan pembangunan kandang ayam. Warga tak setuju karena saat ini saja sudah terasa dampak negatifnya,” tambah Vicky.

Vicky mengaku warga sempat mengonfirmasi izin pembangunan peternakan ayam di wilayah mereka. Hasil penjelasan aparatur pemerintahan desa setempat, pengerjaan proyek itu diduga belum mengantongi izin alias bodong.

“Ternyata pengerjaan pembangunannya belum ada izin dari perizinan (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu), termasuk izin rekomendasi Amdalnya,” ucapnya.

Kapolsek Takokak AKP Cahyadi membenarkan adanya aksi unjuk rasa menolak rencana pembangunan kandang ayam. Aksi berjalan tertib tidak ada anarkistis.

“Tadi demonya berjalan tertib. Demonya ke desa dan kecamatan menolak pembangunan kandang ayam,” kata Cahyadi.

Ia menyebutkan saat ini rencana pembangunan masih dalam tahap perataan tanah. Pasalnya, izin dari Dinas

Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur kabarnya belum selesai.

“Izinnya juga kan belum ada. Masih dalam proses. Jadi belum ada pembangunan. Masih cut and fill,” tandasnya. (daz/*)

Comments

comments