Dua Pemerkosa Dicokok Polisi

0
120

CIANJUR, patas.id – Jajaran Polsek Pacet mengamankan dua pelaku pemerkosaan dengan dua kasus berbeda. Satu di antaranya pemerkosaan terhadap ibu muda dan satu kasus lainnya tindakan a susila terhadap anak di bawah umur.

Pelaku pertama yang ditangkap ialah DS (36 tahun). Pelaku tersebut diamankan lantaran memperkosa seorang ibu rumah tangga muda yang merupakan tetangganya sendiri. Perbuatan itu dilakukan karena pelaku telah lama memendam perasaan terhadap korban.

“Kasus ini terjadi pada Rabu (23 Mei 2018) di rumah korban di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, dan dilakukan saat suami korban sedang bekerja di luar kota,” tutur Panit Reskrim Polsek Pacet, Ipda Yosua, kepada wartawan saat gelar perkara di MapolsekPacet, Minggu (27 Mei 2018).

Yosua mengatakan, kejadian itu berawal saat korban yang berinisial SL (18 tahun) sekitar pukul 22.30 WIB sedang tertidur di rumah bersama anaknya yang berumur 2 tahun. Tiba-tiba pelaku masuk lewat jendela belakang (dapur) dengan cara mencongkel jendela. Bahkan pelaku terlebih dahulu mematikan aliran listrik dengan tujuan korban agar tidak mengenalinya.

“Pelaku langsung masuk ke kamar dan membekap korban sambil menodongkan pisau dan mengancam akan melukai kalau korban tidak mau melayani hubungan badan dengannya. Pelaku juga mengancam akan membunuh anak korban hingga terjadilah pemerkosaan,” jelasnya.

Dia menambahkan, berdasarkan keterangan korban, meski waktu itu posisinya sedang gelap namun korban berhasil mengenal suara pelaku yang memang dikenalnya, akhirnya tidak lebih dari 1×24 jam pelaku berhasil ditangkap tidak jauh dari lokasi rumah korban.

Selain menangkap pelaku, polisi menyita barang bukti berupa satu set pakaian korban, 1 celana dalam korban, sebuah sarung, dan sebuah jerigen kecil minyak kelapa yang pakai korban untuk melakukan aksinya dan 1 bilah pisau bergagang merah.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 285 KUHP yaitu tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” ujar dia.

Selain itu, Polsek Pacet juga mengamankan seorang pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Berbeda dengan kasus pertama dimana pelaku melancarkan aksinya di rumah korban, dalam kasus ini korban disetubuhi di rumah milik pelaku.

Yosua menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika korban yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar berniat ngabuburit bersama temannya. Tapi selain denga teman dekatnya, ternyata ada orang lain yang merupakan rekan dari temannya tersebut.

“Sekitar pukul 16.00 WIB itu, teman-temannya pulang. Korban rencananya diantar oleh pelaku. Tapi ternyata pelaku berpura-pura mematikan sepeda motornya seolah mogok,” ujar dia.

Dalam kondisi tersebut, pelaku pun berhasil membawa korban ke rumahnya dengan alasan mengambil sepeda motor lain untuk mengantar korban. Namun bukannya diantarkan pulang, korban malah diminta untuk melayani nafsu bejat di rumah pelaku, yang pada saat itu sedang sepi.

“Korban awalnya tidak mau, tapi korban diancam tidak akan diantar pulang jika tidak mau melayani. Terpaksa korban memenuhi permintaan pelaku. Tapi tidak sekali, melainkan sampai tiga kali, yakni sore hari, sekitar pukul 19.00 WIB dan tengah malam,” kata dia.

Menurutnya, korban baru diantarkan pada esok harinya sekitar pukul 10.00 WIB. Namun tidak sampai rumah, tapi di pertigaan jalan yang masih cukup jauh dari rumahnya. “Jadi korban tidak sampai rumah, tapi naik angkot lagi,” kata dia.

Atas tindakannya tersebut, pelaku dikenakan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara. (isl)

Comments

comments