Harga Daging Ayam Tembus 40 Ribu per Kilo

0
28

CIANJUR, patas.id – Harga daging ayam di Kabupaten Cianjur kini sudah mencapai angka Rp 40 ribu per kilogram. Bahkan, diperkirakan harga akan terus naik memasuki Ramadan hingga menjelang Lebaran Idul Fitri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak sebulan lalu, namun lonjakan tertinggi mulai terasa pada sepekan terakhir. Akibatnya dari harga normal daging ayam di angka Rp 30 ribu sampai Rp 32 ribu, kini harganya mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

“Iya, harga daging ayam naik lagi, ada sepekan lalu naik jadi Rp 38 ribu. Kemudian dua hari menjelang Ramadan ini sudah Rp 40 ribu, tidak tahu besok yang sehari lagi menjelang puasa, bisa jadi naik lagi,” ujar Jihan (24 tahun) salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Muka, Selasa (15 Mei 2018).

Menurut dia, pedagang terpaksa menaikkan harga lantaran harga dari peternak dan distributor sudah naik. Akibatnya pedagang mesti menyesuaikan harga, meskipun pedagang juga merasakan dampaknya dimana tingkat penjualan berkurang.

“Biasanya sehari bisa menjual satu kuintal per hari, sekarang 60 kilogram per hari juga sudah bagus. Harga kan naik, jadi pembeli mengurangi tingkat penjualan. Kalau tidak naik, pedagang rugi,” kata dia.

Jihan menjelaskan, harga ayam hidup sekarang sudah mencapai Rp 26 ribu per kilogram, jika dalam proses dipotong hingga siap jual, nilainya berada di angka Rp 32.500 per kilogram. Nilai itupun masih belum termasuk ongkos kirim dari pemotongan ke pasar.

“Hitungannya kan Rp 26 ribu itu hidup, biaya potong Rp 1.000 per ekor, terus biaya bersih-bersih ayam. Ditambah lagi kan dari ayam hidup ke siap potong itu ada penyusutan sampai 30 persen. Makanya yang sudah siap dagang itu Rp 32.500 per kilogram. Kalau normalnya sih ayam hidup itu Rp 20 ribu sampai Rp 22 ribu per kilogram, jadinya di pasaran tidak terlalu mahal,” katanya.

Dia menambahkan, pedagang mengaku khawatir harga terus naik. Pemerintah pun didorong untuk bisa menyetabilkan harga, sebab untuk stok daging ayam masih tercukupi, tidak ada pengurangan.

“Kalau bisa ditekan harga dari peternak dan distributor, pedagang kan menyesuaikan dari keduanya. Mending harga murah banyak yang beli, daripada mahal sedikit yang beli. Keuntungan pedagang kan dari banyaknya yang terjual,” tutur dia.

Di sisi lain, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengakui dari seluruh komoditas yang menjadi perhatian, daging ayam yang mengalami kenaikan beberapa hari terakhir. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi pengendalian harga, Senin (14 Mei 2018).

“Dibandingkan daging sapi, daging ayam yang terus mengalami kenaikan. Daging sapi masih di angka Rp 110 ribu per kilogram, sementara daging ayam sudah mulai naik Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu per kilogram,” kata dia.

Herman menegaskan, jika sampai beberapa hari ke depan harga daging ayam masih belum stabil, maka pihaknya akan turun ke lapangan dan memeriksa langsung di setiap tingkatan penjual, mulai dari peternak, distributor, hingga pedagang di pasar.

“Harga yang ditentukan kementerian beberapa waktu lalu di angka Rp 34 ribu per kilogram. Kalau terus naik, kami akan tindak tegas bersama satgas pangan. Tapi biasanya titik masalah itu ada di distributor,” katanya. (daz/*)

Comments

comments