Rois Syuriah PCNU Merasa Dijebak

0
138

CIANJUR, patas.id – Rois Syuriah PC Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Cianjur, KH Abdul Qodir Rozy, merasa dijebak soal tanda tangan surat ajakan aksi akbar mengatasnamakan Koalisi Ulama dan Ummat (Komat) yang rencananya akan berunjuk rasa mengkritisi kepemimpinan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, Rabu (9 Mei 2018).

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Barkah, Warujajar, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, itu tidak pernah merasa menandatangani surat ajakan pengerahan massa.

“Hanya saja, sekitar Senin saya kedatangan salah suatu ustadz didampingi seorang ASN (Aparatur Sipil Negara). Dia itu murid saya. Biasanya tiap ada masalah, terutama soal kitab yang kurang paham, dia pasti datang ke sini. Waktu itu dia bilang dimarahi Kang Elim (Abdul Halim/Ketua MUI Kabupaten Cianjur) karena bicara keras di Dewan (DPRD) saat demo,” kata Ustadz Koko, sapaan akrab KH Abdul Qodir Rozy, kepada wartawan, Jumat (4 Mei 2018).

Ustadz Koko mengaku tak mengetahui persis aksi demontrasi dari berbagai elemen menuntut mundur Bupati Cianjur yang dilakukan Jumat pekan lalu. Tapi dia mendengar orasi yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat di DPRD cukup keras.

“Saya mah gak tahu dan tak mendengar. Tapi dari informasi, saya bilang aksi yang dilakukan ustadz tersebut tidak pantas. Saya juga bilang sama dia, kamu itu ulama meskipun masih muda,” tegas Ustadz Koko.

Dalam pertemuan tersebut, ustadz itu meminta agar ustadz Koko memfasilitasinya bertemu dengan para ulama dan pimpinan pondok pesantren NU. Intinya, ustadz tersebut berharap agar orasi saat demo beberapa waktu lalu bisa dijelaskan sehingga permasalahannya tuntas.

“Saya pun menyarankan agar ustadz tersebut mengundang para kiai anom (muda) dan santri-santrinya ngumpul di kantor PC NU. Intinya kita diskusi, bukan berkumpul untuk mengajak demo,” ujarnya.

Saat itu, lanjut dia, ustadz tersebut sudah menyiapkan format surat undangannya tapi perlu tanda tangan Ustadz Koko. Diduga tanda tangan itu yang kemudian menjadi viral di media sosial berisi surat ajakan berunjuk rasa menyikapi berbagai kebijakan bupati pada Rabu (9 April 2018) nanti.

Karena itu, Ustadz Koko merasa dibohongi dengan beredaranya surat ajakan aksi akbar yang terdapat tanda tangannya. Dia meneken surat itu karena tadinya sebagai rujukan mengundang kiai NU untuk mendengar penjelasan dari ustadz tersebut saat aksi demo Jumat pekan lalu. “Bukan begitu (ajakan aksi). Tapi surat itu saya tanda tangani untuk mendengar penjelasan,” pungkasnya. (daz/*)

Comments

comments