Uu Sambangi UKM Pengolahan Baby Fish

0
109

CIANJUR, patas.id – Berkunjung ke sentra industri pengolahan bayi ikan (baby fish) di Kampung Joglo, Desa Sabandar, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Kamis (26 April 2018), Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Uu Ruzhanul Ullum dicurhati pelaku UKM pengolahan penganan baby fish (ikan bayi). Mereka minta dibantu promosi agar penjualannya meluas dan pendapatannya meningkat.

Haji Wildan, pemilk Suhada Food, mengaku dalam sehari mampu mengolah 7 kilogram bayi ikan emas atau nila. Hasil produksinya telah dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Jakarta, Sukabumi dan Bandung.

Menurut dia, kendala setiap UKM pasti ada, mulai dari permodalan, pengolahan produksi, hingga pemasaran. Namun pihaknya optimistis Kang Uu, jika terpilih sebagai Wagub Jabar bisa memenuhi harapan para pelaku usaha berskala kecil.

“Usaha kami sudah jalan, tinggal butuh perhatian dari pemerintah, seperti bantuan promosi agar penjualan meluas dan pendapatan meningkat,” ucapnya.

Kang Uu mengaku takjub melihat majunya industri olahan baby fish milik Haji Wildan. Selain dapurnya bersih, kegiatan pengolahan ini dilakukan secara profesional, tertib dan teratur.

Menurut dia olahan baby fish dengan merk Suhada Food tersebut tidak kalah dengan produk serupa yang dibuat oleh industri besar. Bahkan lebih sehat karena tidak menggunakan zat pengawet.

“Rasanya sangat gurih, renyah dan enak. Bisa dimakan langsung atau menjadi teman nasi,” ujar Bupati Tasikmalaya 2 periode ini.

Terkait masalah promosi, Kang Uu menjelaskan, paslon Rindu (Ridwan Kamil -Uu) memiliki program satu desa satu perusahaan. Jika Kampung Joglo ini spesialisasinya membuat penganan dari baby fish, maka fokuskan dan tingkatkan kualitas produknya. Selanjutnya, tugas gubernur dan wagub untuk membantu memasarkan produknya.

“Yang penting packaging-nya bagus, orang akan tertarik membelinya tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga bisa dijadikan buah tangan,” ucap Kang Uu.

Selain itu, Kang Uu menilai wirausaha bisa menjadi solusi mengurangi tingginya angka kemiskinan di Jabar. Oleh karena itu, warga didorong berani membuka kegiatan usaha, selain untuk melatih kemandirian juga dapat mengurangi pengangguran karena usahanya mampu menyerap tenaga kerja.

“Wirausaha menjadi pintu bagi warga Jabar meningkatkan kesejahteraan. Jadi pengusaha lebih bebas dan nyaman, berbeda kalau menjadi karyawan yang harus terikat dengan jam kerja,” katanya. (daz/*)

Comments

comments