Sungai Cidamar Meluap, Longsor Tutup Jalan Naringgul

0
49

CIANJUR, patas.id – Bencana banjir dan longsor melanda dua kecamatan di wilayah Cianjur selatan, Rabu (25 April 2018) sore. Akibatnya ratusan keluarga dievakuasi karena air meluap ke perkampungan, sementara jalur penghubung Cianjur-Bandung terputus akibat tertutup material longsoran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bencana banjir bandang terjadi di bantaran Sungai Cidamar Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur. Luapan air yang sudah masuk ke pemukiman dengan ketinggian permukaan air setinggi satu meter, membuat ratusan warga harus dievakuasi ke tempat aman.

Bahkan akibat meluapnya air sungai menyebabkan jalur menuju Bandung atau sebaliknya menuju selatan Cianjur, tidak dapat dilalui karena landasan jalan sepanjang ratusan meter tertutup air bah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Menjelang sore banjir sudah mulai surut namun air masih mengenangi 140 rumah warga tiga kampung di Desa Sukajadi, akibat meluapnya Sungai Cidamar di antaranya Kampung Limbangan, Erang, dan Bobojong,” kata Gunawan (47 tahun), Ketua RW 02 Kampung Limbangan, saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (25 April 2018).

Dia menjelaskan, hujan yang turun deras sejak pagi hingga siang menyebabkan air Sungai Cidamar meluap hingga masuk ke perkampungan warga dan menutup akses jembatan penghubung antarkabupaten Bandung-Cianjur, sehingga tidak dapat dilalui kendaran.

“Warga yang melihat air sungai yang semakin deras dan tinggi berlarian ke arah perbukitan untuk menyelamatkan anggota keluarga dan harta bendanya masing-masing. Kemungkinan besar air masuk ke perkampungan karena tanggul sungai jebol, namun kami belum bisa memastikan,” katanya.

Sementara itu, Camat Cidaun, Suherlan, mengatakan, hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan terkait rumah warga yang terendam banjir. Menurut Suherlan, pihaknya juga belum menerima laporan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun saat ini ratusan kepala keluarga diungsikan ke tempat aman.

“Data pastinya berapa rumah yang terendam masih dalam pendataan tim relawan dan pihak kecamatan. Banjir bandang tersebut terjadi diduga akibat jebolnya tanggul sungai akibat diterjang arus sungai yang tiba-tiba deras saat hujan turun deras seharian,”katanya.

Di sisi lain, jalur selatan Cianjur-Bandung, terputus akibat tertutup material longsor setinggi satu meter dan panjang 100

meter tepatnya di Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul.

Hingga saat ini, arus lalu lintas di sepanjang jalur tersebut lumpuh total, sehingga warga terpaksa berbalik arah atau membatalkan perjalanan karena hingga sore menjelang belum ada alat berat yang datang untuk menyingkirkan material longsor.

“Sampai sore menjelang belum ada petugas yang datang ke lokasi, termasuk alat berat. Kalau mengunakan alat manual cukup sulit karena material longsor cukup panjang dan tinggi, beruapa tanah, batu dan pohonan yang cukup besar,”kata Rahmat, warga sekitar.

Menurutnya, longsor terjadi menjelang siang saat hujan turun deras menguyur wilayah tersebut, tiba-tiba tebing setinggi 75 meter di bahu jalan longsor sehingga menutup landasan jalan utama Bandung-Cianjur. Tidak ada korban jiwa saat peristiwa terjadi.

Namun akses jalan menuju Bandung atau sebaliknya tidak dapat dilalui kendaraan, pihak desa tambah dia, telah melaporkan hal tersebut ke dinas terkait di Pemkab Cianjur, melalui kecamatan, namun hingga sore menjelang belum ada penanganan.

“Harapan kami dinas terkait segera turun ke lokasi untuk menyingkirkan material longsor karena ini merupakan akses utama warga di dua kabupaten. Sepanjang bulan April ini longsor kali kedua yang menyebabkan akses jalan putus didua tempat berbeda namun masih satu desa,” katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Dodi Permadi, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pendataan yang dilakukan relawan di lapangan. Namun pihaknya telah berkordinasi dengan PUPR Jabar, untuk segera menurunkan alat berat guna menyingkirkan material longsor di Naringgul.

“Kami telah mengirim tim ke lokasi untuk melakukan pendataan dan meminta Dinas PUPR Kabupaten Cianjur dan Jabar, untuk menurunkan alat berat ke lokasi agar jalur utama Bandung-Cianjur selatan dapat kembali dilalui,”katanya. (isl)

Comments

comments