Ribuan Warga Dicoret dari DPT

0
86

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 9.459 warga Kabupaten Cianjur yang sudah memiliki hak memilih dicoret dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Jawa Barat 2018. Alasannya, ribuan pemilih itu tidak masuk database kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur.

Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Anggy Shofia Wardhany, mengatakan, dari hasil pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih sementara (DPS) oleh petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) dengan jumlah pemilih di Disdukcapil, ditemukan 9.456 orang tak masuk database.

“Ribuan pemilih itu orangnya ada, tapi mereka tidak ada di database atau tidak jelas status kependudukannya,” kata Anggy kepada wartawan, Kamis (19 April 2018).

Mulanya, kata dia, ada sebanyak 60.127 orang tidak masuk dalam daftar pemilih sementara (DPS). Namun setelah ditelusuri, sebanyak 25.668 warga sudah melakukan perekaman e-KTP dan 25 ribu orang lebih lainnya dalam proses perekaman e-KTP. Tapi 9.459 orang ini tidak bisa ditemukan dalam database Disdukcapil.

“Pada akhirnya kami terpaksa mencoret 9.459 orang itu dari daftar pemilih tetap (DPT) sesuai PKPU Nomor 2 tahun 2017 pasal 15 dan 16. Dan kami memasukkan data itu ke dalam berita acara,” ujarnya.

Di samping itu, lanjut dia, ada sebanyak 1.653.805 pemilih yang sudah ditetapkan oleh KPU Kabupaten Cianjur pada rapat pleno DPT Pilgub Jabar 2018. Anggy memerinci dari 1,6 juta pemilih itu, sebanyak 840.398 merupakan pemilih laki-laki, dan jumlah pemilih perempuan ada 813.407 orang.

“Selain itu, jumlah TPS ada sebanyak 3.921 dengan jumlah PPS sebanyak 360,” jelas Anggy.

Dia menyebutkan, warga yang tidak memiliki formulir C6 sebagai surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih, masih bisa mencoblos dengan membawa e-KTP atau surat keterangan (suket) ke TPS. Karena C6 ini bukan satu-satunya syarat untuk memilih, masih bisa menggunakan e-KTP,” kata Anggy. (daz/*)

Comments

comments