Geram, Warga Rarahan Bakar Kios Penjual Miras Oplosan

0
54

CIANJUR, patas.id – Amuk warga Kampung Rarahan, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur meluap saat mengetahui satu warganya tewas akibat minuman keras oplosan. Alhasil, selama dua hari Rabu (11 April 2018) dan Jumat (13 April 2018) sebanyak tiga kios jamu yang diduga menjual minuman keras dirusak dan dibakar warga.

Tak ada korban dalam aksi spontanitas warga tersebut karena pemilik kios sedang tak berada di tempat. Kondisi tiga kios yang diduga menjual minuman keras berada di pelataran parkir Mandalawangi, sebelum masuk ke kawasan Kebun Raya Cibodas. Kondisi ketiga kios sudah hancur berantakan termasuk kaca kios mengalami pecah.

Hendi Setiawan (40 tahun) seorang pedagang keripik yang kiosnya bertetangga dengan kios yang dibakar, mengatakan, ia tak mengetahui kejadian sejak awal. Ia hanya mengetahui warga sudah banyak berkumpul di lapangan parkir tak jauh dari pintu gerbang Kebun Raya Cibodas.

“Sudah banyak warga, setelah itu ada juga polisi yang meredam amarah warga,” ujar Hendi, Senin (16 April 2018).

Hendi mengaku tak tahu-menahu soal penjual kios jamu yang diduga menjual minuman keras tersebut. Ia hanya bertegur sapa seperlunya karena ia bersama keluarga juga sibuk membuat keripik untuk didistribusikan ke Bogor dan Cianjur.

“Tak tahu, kami hanya bertegur sapa seperlunya saja,” kata Hendi.

Ketua RT 06, Mulyadi Iskandar (59 tahun), mengatakan, warga Kampung Rarahan RT 06/RW 04, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, memang dua kali mendatangi kawasan kios jamu tersebut.

Ia mengatakan amarah warga timbul setelah ada pemuda setempat yang meninggal dunia karena diduga meminum miras oplosan dari kios di pelataran parkir Mandalawangi tersebut.

“Saya lagi rapat di desa, ke atas (arah Cibodas, red) sudah banyak orang, mendengar dari warga kios yang dirusak tersebut tempat membuat oplosan minuman keras,” kata Mulyadi.

Mulyadi mengatakan ia pun tak mengetahui penjual minuman oplosan tersebut. Pasalnya para pedagang yang berjualan di lapangan parkir depan Kebun Raya Cibodas jarang melapor kepada RT.

“Di sana ada semacam koordinator, tak jelas orang mana, koordinator pengurus biasanya dari Kompepar parkir Mandalawangi,” kata Mulyadi.

Mulyadi mengatakan, saat tiba di lokasi ia melihat beberapa perangkat desa dan aparat mengumpulkan sisa-sisa bahan pembuat minuman keras oplosan ke dalam sebuah ember.

“Pada saat kejadian sudah ada polisi, dan hari Rabu pas ke desa, dikumpulkan ke ember. Dan hari Jumat sekitar bubaran salat Jumat mungkin warga geram tiga kios itu langsung dibakar,” terang Mulyadi. (daz/*)

Comments

comments