Dana Telat Cair, Seratusan Kades Ontrog BPKAD Cianjur

0
76

CIANJUR, patas.id – Aksi seratusan kepala desa yang mendatangi Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Cianjur berlangsung panas, Rabu (11 April 2018). Mereka melakukan audiensi dengan jajaran pejabat BPKAD Kabupaten Cianjur menuntut keterlambatan pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Kepala Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, Wawan Suwandi, mengaku, pihaknya sudah merasa pusing akibat keterlambatan ADD tersebut. Pasalnya, dia dituntut oleh jajaran perangkatnya.

“Padahal sebelumnya kami sudah melengkapi segala bentuk persyaratan atas pengajuan anggaran tersebut. Makanya hari ini kami bukan mengemis tapi menuntut hak,” ujar Wawan kepada wartawan, Rabu (11 April 2018).

Sedangkan, kata Wawan, menurut aturan dalam Undang-Undang Kementerian Desa (Kemendes) dana tersebut harus secepatnya direalisasikan.

“Ini sudah hampir tiga pekan sejak pengajuan sampai hari ini belum juga masuk ke rekening. Jadi, sebetulnya ini ada apa? Biasanya kalau ada kesalahan salah satu huruf saja berkas langsung dikembalikan oleh BPKAD,” ungkapnya.

Yang jelas, lanjut Wawan, kalau memang uangnya tidak ada, pihak desa bisa menunggu. Namun jangan dijanjikan dua hari persayaratan masuk langsung dicairkan.

“Makanya kami sebagai kepala desa sekarang mendesak pihak BPKAD agar memberi kejelasan yang tepat atas keterlambatan pencairan tersebut,” ucapnya.

Kepala Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Elan Hermawan, meminta pihak BPKAD jangan menganggap kepala desa seperti capung yang makan angin. Dia mengibaratkan kalau PNS telat gaji saja dua hari akibatnya bisa parah.

“Kasihan Pak Bupati dengan kerja nyatanya yang terus-menerus melakukan kerja cepat dan ekstra, sementara di BPKAD seperti ini. Makanya kami bersama-sama ingin tahu apa sebetulnya yang menjadi penyebab keterlambatan pencairan tersebut,” tegas Elan.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Cianjur, Dedi Sudrajat, mengatakan, hasil audensi dengan sejumlah kades, pihaknya akan segera mencairkan DD dan ADD dua hari setelah persyaratan lengkap.

“Memang keterlambatan itu karena ada kesalahan teknis. Sebetulnya kami dari pihak BPKAD tidak menunda-nunda pencairan anggaran tersebut. Adapun keterlambatan akan kami perbaiki dan kami sudah berjanji kepada para kades yang tadi ikut hadir dalam audensi persayaratan DD/ADD sudah lengkap dua hari uang sudah masuk ke rekening,” ucapnya.

Kabid Anggaran BPKAD Kabupaten Cianjur, Muhamad Lutfi Agung, mengatakan, dari keselurahan desa se-Kabupaten Cianjur, anggaran yang baru masuk tahap awal 20 pesen sekitar Rp 4,3 miliar lebih.

“Tapi banyak juga yang sudah dicairkan. Karena pengajuan desa itu ada tiga, yakni DD, ADD, dan siltap,” katanya. (daz/*)

Comments

comments