Dicor, Jalan Ditutup Total, Warga Komplain

0
163

CIANJUR, patas.id – Pengerjaan pengecoran beton jalan sepanjang 1 kilometer lebih yang melewati Desa Cihaur, Cimanggu, dan Sukaraharja di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, menuai kekesalan penguna jalan dan warga sekitar. Pasalnya, PT Panca Utama Perkasa yang melakukan pengerjaan proyek melakukan penutupan jalan tanpa sosialisasi kepada warga.

“Seharusnya pengecoran jalan itu sebelah-sebelah, jadi penguna jalan baik sepeda motor maupaun mobil masih bisa lewat, meskipun secara bergiliran. Kalau dicornya full seperti ini, aktivitas jadi lumpuh total,” kata AI (37 tahun) salah seorang warga Kampung Pasanggrahan Desa Cimanggu, Senin (26 Maret 2018).

Menurut AI, tak ada jalur alternatif yang bisa diakses untuk melewati kampungnya, kecuali keluar-masuk gang kecil. Sementara warga Kampung Cihaur Desa Cihaur dan Kampung Babakan Bolang, Bolang, dan Nanggerang di Desa Cimanggu, harus berputar melalui Desa Cisalak.

“Itu pun baru bisa dilewati sepeda motor, khusus untuk warga setempat. Kalau mobil total tidak bisa,” kata AI.

Gunawan (40 tahun) karyawan GSI yang sehari-hari melintas jalur tersebut mengaku sering terlambat datang ke tempat kerjanya.

“Padahal pengecoran kan bisa sebelah-sebelah. Memang warga butuh pembangunan jalan tersebut, namun harusnya pihak pemborong jangan mengabaikan kepentingan pengguna jalan. Saya sering kesiangan karena harus memutar jauh,” ujar Gunawan.

Camat Cibeber, Ali Akbar, mengatakan, terkait dengan pengerjaan cor beton tersebut, hal itu tergantung kebijakan kepala desa dan kesepakatan warga. Biasanya, sebelum pengerjaan ada kesepakatan dengan pihak ketiga (pemborong).

“Ya, kalau memang warga sekitar keberatan dan tidak ada lagi jalur alternatif buat aktivitas, bisa dibicarakan dengan kepala desa agar pengendara tetap bisa melalui jalur tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Atep Hermawan Permana, mengatakan, kalau memang warga keberatan, bisa menyampaikan komplain secara tertulis kepada kepala desa setempat.

“Seharusnya memang dikerjakan sebelah-sebelah supaya tidak mengganggu aktivitas umum. Kalau dikerjakan full pasti ada penutupan jalan, tapi harus ada jalan alternatif yang bisa digunakan warga,” tutur Atep.

Atep juga menegaskan bahwa kalau waktu pengerjaannya lama, pihak pemborong harus menggunakan bahan tambahan supaya cor beton cepat kering.

“Kalau menggunakan bahan pengering bisa lebih cepat. Kalau jadwal 14 hari pengerjaan, bisa jadi 7 hari,” kata dia. (daz/*)

Comments

comments