Polisi Gerebek Rumah Pemburu Harta Karun

0
120

CIANJUR, patas.id – Unsur Muspika Naringgul Kabupaten Cianjur dibantu warga setempat menggerebek sebuah rumah di Kampung Datar Kubang RT 02/RW 10, Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Selasa (13 Maret 2018) siang.

Bukan tanpa alasan, kedatangan aparat ke rumah milik Kinkin Sukirman (58 tahun), dan Nanu Hidayat (50 tahun) itu, karena aktivitas di dalam rumah tersebut dianggap telah meresahkan warga. Berdasarkan informasi, di rumah tersebut ada aktivitas berkumpul kelompok UN Swissindo, kelompok yang dipercaya memiliki harta karun peninggalan Kerajaan Pajajaran dan Bung Karno serta dipercaya dapat melunasi kredit masyarakat.

Dari hasil penggerebekan itu, aparat gabungan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, seperti 48 peti yang dipercaya berisi harta karun bernilai miliaran rupiah dan barang pusaka berupa keris, wayang golek serta tiang bendera, dan bendera berwarna hitam berlambang garuda yang diduga milik Kanjeng Maulana Hadi SH warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Kinkin, pemilik rumah, mengaku tempat tinggalnya itu dijadikan tempat berkumpul kelompok UN-Swissindo serta dijadikan tempat penitipan harta karun.

“Awalnya saya hanya ikut-ikutan, tidak tahu apa tujuannya? Saya hanya ketitipan barang-barang dari Kanjeng Maulana Hadi SH yang katanya di dalam kotak itu ada harta karun peninggalan Bung Karno dan Kerajaan Pajajaran,” kata Kinkin, yang sudah tergabung dengan kelompok itu sejak 2016 itu.

Kapolsek Naringgul, AKP Warsono, melalui Kanit Binmas Bripka Pepen Supendi, mengatakan, penggerebekan rumah itu berawal dari laporan warga yang resah dengan aktivitas pemilik rumah beserta kelompoknya.

Dari laporan itu, lanjut Pepen, jajarannya langsung melakukan penyelidikan. ”Berdasarkan laporan warga, kelompok itu diduga telah melakukan aktivitas yang menyimpang dan telah meresahkan masyarakat,” kata Pepen.

Pepen menyebutkan, untuk pemeriksaan lebih lanjut pihaknya juga mengamankan tiga orang termasuk pemilik rumah untuk dimintai keterangan terkait aktivitas kelompok mereka.

“Kami imbau agar warga jangan gampang percaya dengan orang yang baru dikenal, apalagi dengan adanya orang atau kelompok yang bisa mengadakan, entah itu harta karun atau apapun juga dan secepatnya melaporkan kepada Babinkamtibmas atau Babinsa setempat,” pungakasya. (daz/*)

Comments

comments