Aksi Penipuan Berkedok Pemburu Harta Karun Berhasil Digagalkan

0
150

CIANJUR, patas.id – Kinkin Sukirman (58 tahun) dan Nanu Hidayat (50 tahun) warga Kampung Datar Kubang RT 02/RW 10 Desa Wangunjaya Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur mengaku bahwa rumah mereka dijadikan tempat penyimpanan harta karun dan sejumlah barang pusaka lainnya milik Kanjeng Maulana Hadi SH.

“Awalnya saya ikut-ikutan saja, tapi tidak tahu tujuannya. Saya hanya ketitipan kotak peti yang katanya isinya harta karun dan barang pusaka peninggalan Bung Karno dan Kerajaan Pajajaran,” kata Nanu saat dihubungi, Rabu (14 Maret 2018).

Dia juga menambahkan bahwa dirinya bersama-temannya masuk ke organisasi tersebut pada 2016 tahun lalu. “Saya berdua sebenarnya tidak tahu tujuannya, hanya menurut untuk dititipi kotak peti di rumah,” katanya.

Sebelumnya, petugas gabungan Muspika Naringgul menggerebek komplotan UN Swissindo yang mengaku menyimpan harta karun Bung Karno dan Kerajaan Pajajaran di Datar Kubang RT 02/10 Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, Selasa (13 Maret 2018).

Berdasarkan informasi, aktivitas komplotan tersebut belakangan ini telah meresahkan warga Naringgul. Konon mereka mempunyai harta karun peninggalan Bung Karno dan Kerajaan Pajajaran. Namun aktivitas mereka dihentikan petugas gabungan dari Polsek Naringgul, Koramil Naringgul, Satpol PP serta Camat Naringgul setelah adanya laporan warga yang menjadi korban penipuan.

Camat Naringgul, Sutardi, membenarkan, penggerebekan tersebut berawal dari laporan Kepala Desa Wangunjaya setelah warga merasa resah dengan keberadaan organisasi yang tinggal di rumah Nanu Hidayat warga Wangunjaya untuk dijadikan tempat berkumpul.

“Setelah ada laporan tersebut kami langsung berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil setempat untuk secepatnya mengadakan tindakan. Sesampainya di rumah yang jadi tempat komplotan pemburu harta karun itu berkumpul, ternyata di sana banyak peti dan ada juga wayang golek sebesar manusia yang dipajang di dalam rumah,” ungkap Sutardi.

Sutardai mengatakan, pihaknya langsung mengamankan barang-barang tersebut yang diduga selama ini menjadi iming-iming untuk pengikutknya.

“Karena kalau tak ditindak langsung dikhawatirkan akan banyak korban. Selanjutnya kasus ini sudah diserahkan ke pihak kepolisian,” ucapnya. (daz/*)

Comments

comments