Jelang Asian Games, Karateka Ikut Seleksi di Cianjur

0
98

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 28 karateka pelatnas menjalani seleksi tahap pertama di Hotel Arra Lembah Pinus Ciloto Puncak, Cianjur, Sabtu (10 Maret 2018). Dari jumlah saat ini, PB Forki akan merampingkan tim.

Sekjen PB Forki, Mayjen Lumban Sianipar, meminta kepada para peserta seleksi untuk saling mendukung dan menguatkan. “Hilangkan kecemburuan, harus saling mendukung dan menguatkan,” ujar Sianipar kepada wartawan, Sabtu (10 Maret 2018).

Pada seleksi tahap pertama ini, ke-28 karateka yang akan menjalani seleksi terdiri dari 13 putri dan 15 putra. Mereka akan terus menjalani beberapa tahap seleksi hingga didapatkan jumlah 100% atau 8 karateka menjelang pelaksanaan Asian Games 2018, Agustus mendatang.

“Seleksi ini akan bertahap. Pada seleksi yang pertama ini, kami akan merampingkan atlet menjadi setengahnya,” ujar Kepala Pelatih Syamsuddin.

Mereka akan diambil untuk mengisi delapan nomor pertandingan pada Asian Games 2018 ini. Sebab, dalam ajang multievent empat tahunan ini, setiap negara hanya boleh tampil di delapan kelas dari 12 kelas yang dipertandingkan di cabang karate.

Di nomor kata perseorangan putra misalnya, akan bersaing tiga karateka pelatnas, yaitu Andi Dasril Dwi Dahrmawan (Sulsel), Erlando Stevano (Jambi), dan Iwan Fairuz Taher (Jawa Barat). Sementara di kumite kelas 55 kg putra ada Iwan Bidu Sirait (Sumatera Utara), M Tegar Januar (Jawa Barat), dan Wahyu Mukti Wijaya (Jawa Tengah). Sedangkan di kumite 60 kg bersaing I Gede Gangga Wijaya (Banten), Ari Saputra (Lampung), dan Rifky Ardiansyah Arrosyiid (Jawa Timur).

Beberapa atlet senior seperti Jintar Simanjuntak juga masih akan turun gunung dengan mengikuti seleksi di kelas 67 kg putra dengan Maruli Butar-Butar (Jawa Barat). Sementara di kelas 75 kg putra ada Sandi Firmansyah (Jawa Barat) dan Angga Laksmana (Jawa Timur).

Di kumite 84 kg putra juga akan bersaing dua karateka terbaik Indonesia, yakni Romario Setiamu (Jawa Barat) dan Baskoro Ndaru Murti (DKI Jakarta). Sedangkan I Made Budi Kertiyasa (Bali) dan M Raihand (Sumatera Utara) akan bersaing di kumite kelas +84 kg.

Sementara di nomor putri, karateka Sulawesi Selatan Krisda Putri Aprilia dan Nawar Kautsar M (Jawa Barat) akan bersaing dalam perebutan tiket nomor kata perseorangan putri. Sedangkan Dwi Fadhilah (Sumatera Utara) dan Risca Anisa (Jawa Barat) akan bersaing di nomor kumite putri 50 kg.

Karateka-karateka pelatnas lain yang akan ikut ambil bagian dalam seleksi tersebut adalah Jihan Fitrian (Jawa Barat), Nova Sinaga (Sumatera Utara) di kelas 55 kg putri, Tri Winarni (Sumatera Utara), Inta Nurjanah (Jawa Barat) di kelas 61 kg putri, Ceyco Georgia Zefanya (DKI Jakarta) di kelas 68 kg putri, serta Dessynta Rakawuni Banurea (Sumatera Utara) dan Indri Ramadhanti (Lampung) akan bersaing di kelas +68 kg putri.

Para karateka tersebut akan menjalani seleksi setelah mendapatkan pelatihan intensif dari para pelatih di bawah pimpinan kepala pelatih Syamsuddin asal DKI Jakarta. Bahkan, peraih medali emas Asian Games 1998 Bangkok Arief Taufan Syamsuddin asal Sulawesi Selatan pun turut mengambil peran sebagai pelatih dalam upaya menyukseskan karate di Asian Games 2018. Pelatih lainnya adalah Robert Karly (Jawa Timur), Aswan Ali (Sulawesi Selatan), Idris Taher Gusti (DKI Jakarta), Sapta Hidayat Dama (Gorontalo), dan Donny Dharmawan, pelatih asal Sumatera Utara yang pernah meraih medali perunggu pada kejuaraan dunia di Finlandia pada 2007.

Dalam sejarah Asian Games, karate Indonesia pernah menorehkan sejarah besar dengan merebut medali emas pada Asian Games 1998 Bangkok lewat Arief Taufan dan Asian Games 2002 Busan melalui M Hasan Basri. Karena itu, dalam perhelatan AG 2018 ini, Indonesia pun berharap bisa meraih minimal satu medali emas. (daz/*)

Comments

comments