Kasus Pembacokan di Cikaret Belum Terungkap

0
111

CIANJUR, patas.id – Kasus pembacokan yang menewaskan seorang pemuda di Jalan Siliwangi (Cikaret), Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, beberapa waktu lalu, hingga saat ini belum terungkap. Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah mengaku masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan, sudah mulai mengerucut. Mudahan-mudahan dalam waktu dekat bisa segera terungkap,” ujar dia kepada wartawan, belum lama ini.

Sebelumnya, Rizki bin Arip, warga Kampung Warungkondang, Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang, tewas dibacok saat mengendarai sepeda motor di Jalan Raya Siliwangi, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Senin (5 Maret 2018) dini hari sekitar pukul 00.10 WIB.

Belum diketahui motif pembacokan yang menewaskan pemuda 25 tahun itu. Polisi masih memburu pelaku dan melakukan penyelidikan terhadap sembilan orang saksi.

Soliyah menegaskan, untuk menangani kejahatan jalanan yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Polres Cianjur sudah berkoordinasi dengan pihak Pemkab Cianjur.

Orang nomor satu di lingkungan Polres Cianjur itu menyebutkan, ada beberapa faktor penyebab terjadinya kejahatan jalanan di wilayah hukumnya, di antaranya minimnya sarana lampu penerangan jalan umum (PJU).

“Di antara faktor penyebab terjadinya kejahatan jalanan tersebut, minimnya sarana PJU di sejumlah ruas jalan yang ada di Cianjur. Sebab itu, kami lakukan koordinasi dengan pemkab,” ungkap Soliyah.

Selain melakukan koordinasi untuk mengantisipasi dan menekan kejahatan tersebut, lanjut Soliyah, jajarannya juga telah melakukan pemetaan (mapping, red) wilayah yang dianggap rawan dan berpotensi terjadinya kejahatan jalanan. “Kami tengah melakukan mapping wilayah mana saja yang dinilai rawan terjadinya kejahatan jalanan. Karena, kejahatan tersebut timbul tenggelam,” ucapnya.

Soliyah mengatakan, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga, Polres Cianjur juga rutin melaksanakan patroli cipta kondisi yang dilakukan di seluruh polsek.

“Kami juga terus bekerja untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Di samping melakukan patroli cipta kondisi, kami juga melaksanakan strong point di sejumlah titik rawan di dalam kota Cianjur serta melakukan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD). Kami juga menyiagakan personel Dalmas yang bisa bergerak setiap waktu jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Soliyah. (wan)

Comments

comments