UMKM Cianjur Menjanjikan, Kadin dan Blibli.com Gelar Pelatihan

0
103

CIANJUR, patas.id – Puluhan pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur dibina untuk mengubah pola penjualan produk, yakni secara e-Commerce. Pasalnya penjualan secara daring/online dinilai mampu meningkatkan penjualan dan memperluas pemasaran produknya.

Pembinaan itupun dilakukan melalui pelatihan e-Commerce yang digelar di Aula Kantor BJB Cabang Cianjur, Rabu (7 Maret 2018). Bahkan dalam pelatihan itupun Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat menggaet Blibli.com guna memberikan wawasan terkait e-Commerce pada pelaku UMKM di Cianjur.

“Kadin Jabar memang sengaja melakukan pembinaan dan pelatihan ini supaya ada perubahan pola penjualan dari pelaku UMKM, termasuk di Cianjur. Sebab pasar online itu luas dan dinilai mampu meningkatkan penjualan,” ujar Wakil Ketua Bidang Organisasi Kadin Jawa Barat, Rudy Rakian, di sela pelatihan e-Commerce, Rabu (7 Maret 2018).

Menurutnya, pola penjualan secara online dapat menguntungkan produsen dan konsumen, bahkan harga pun bisa lebih ringan sebab ada mata rantai yang diputus. Produsen pun bisa lebih bersahabat dengan teknologi guna memperluas pasar.

“Itu yang menjadi celah positif yang perlu dimanfaatkan, sebab dengan begitu produksi bisa meningkat, keuntungan naik, pasar juga luas. Sementara jika secara tradisional ada keterbatasan. Makanya kami keliling ke setiap kota/kabupaten untuk memberikan pelatihan ini, Cianjur menjadi kota keenam yang didatangi, selanjutnya kemungkinan Sukabumi,” katanya.

Senada, Ketua Kadin Kabupaten Cianjur, Ahmad Nur Faisal, menuturkan, untuk saat ini baru sekitar 70 pedagang yang dibina agar berdagang secara e-commerce, tetapi secara bertahap pihaknya akan medorong seluruh UMKM di Kota Santri untuk turut menggunakan sarana online dan teknologi dalam pemasaran.

“Pastinya secara bertahap kami bina, makanya hari ini diadakan pelatihan. Mudah-mudahan jadi langkah positif memajukan UMKM di Cianjur,” katanya.

Sementara itu, Sr Merchant Offline Acquisition Blibli.com, Agus Mulyo Pribadi, menuturkan, e-Commerce ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM dan ada potensi besar bagi mereka untuk turut berjualan secara online. Dengan berjualan secara online, maka tidak secara langsung pelaku UMKM memiliki cabang atau dua toko, yakni secara offline dan online.

“Kalau kita melihat, UMKM ini memiliki produk menarik meskipun dari segi pemasaran masih belum maksimal. Maka dari itu, kami ingin tunjukan jika produk UMKm ini layak untuk bersaing di penjualan online. Bukan sebatas menggunakan sosial media tapi juga melalui situs belanja online. Kami dari Blibli pun terbuka untuk itu,” katanya.

Dia mengungkapkan dari segi produk, rata-rata yang banyak dibeli berupa fashion, tapi tidak menutup kemungkinan produk lainnya juga mampu menjadi unggulan. “Makanan dan kerajinan juga bisa jadi unggulan kalau dikemah dengan lebih baik. Ada catatan juga, dimana pelaku harus mengutamakan produk, yakni dengan menjual sesuai deskripsi yang dicantumkan,” katanya.

Agus menambahkan, untuk penjual online aturan kena pajak, tapi itu untuk perusahaan tidak untuk pelaku UMKM. “Jadi untuk UMKM belum diatur secara tegas, makanya ini jadi potensi besar pemasaran dan penjualan,” katanya. (isl)

Comments

comments