Polres Gelar Diskusi Antisipasi Hoaks

0
62

CIANJUR, patas.id – Mengantisipasi maraknya isu atau informasi tak jelas alias hoaks di tengah masyarakat, Polres Cianjur menggelar acara tatap muka dan forum group discussion di Aula Primkopol Mapolres Cianjur, Selasa (6 Maret 2018).

Hadir dalam acara itu Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah, Dandim 0608 Cianjur, Letkol CZI (K) Hidayati, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Yadi Mulyadi, perwakilan Pemkab Cianjur, perwakilan Kejari Cianjur, dan para tokoh agama, alim ulama serta masyarakat di wilayah Kabupaten Cianjur.

AKBP Soliyah mengatakan, Polri tak bisa melaksanakan tugas sendiri dalam menekan atau mengantisipasi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat, TNI, pemerintah daerah, para tokoh agama, maupun alim-ulama, sangat diperlukan untuk menangkal berbagai potensi kerawanan konflik.

Dalam kesempatan itu, para tokoh ulama di Kabupaten Cianjur, menandatangani pernyataan kesepakatan bersama menjaga situasi keamanan dan kondusivitas wilayah. Kondisi itu tak terlepas situasi saat ini yang cenderung marak berbagai isu tak jelas alias hoaks.

“Kesepakatan yang dibuat merupakan komitmen bersama untuk bekerja dalam rangka meningkatkan keamanan dan menjaga kondusivitas di wilayah Cianjur. Hal tersebut dinilai penting, karena sekarang sedang berlangsung pesta politik. Saat ini tahapan pilkada serentak memasuki masa kampanye. Bulan ini juga di Cianjur akan melaksanakan pilkades. Dengan situasi dan kondisi politik saat ini, kami harapkan seluruh elemen masyarakat harus bisa bersama-sama menjaga keamanan,” kata Soliyah kepada wartawan di sela-sela kegiatan, Selasa (6 Maret 2018).

Soliyah menuturkan, isu yang saat ini marak di antaranya kaitan dengan SARA serta isu penganiayaan ulama. Soliyah mengaku jajarannya sudah turun langsung ke lapangan memberikan pengertian dan menenangkan masyarakat agar tak termakan isu-isu tak jelas dan tak bisa dipertanggungjawabkan.

“Di wilayah selatan, kami menyambangi setiap polsek dan mengundang para ulama maupun tokoh agama. Kami berikan pengertian dan pemahaman adanya berbagai fenomena isu tersebut jangan sampai membuat resah masyarakat,” terang dia.

Di wilayah hukum Polres Cianjur, lanjut Soliyah, isu-isu tak jelas pernah terjadi. Namun isu yang berkembang itu tak lantas menjadi konflik horizontal lantaran masyarakat Cianjur cukup bijak menyikapinya. “Pernah ada beberapa kiai yang memberikan informasi adanya isu-isu tak jelas. Alhamdulillah, masyarakat Cianjur bijak menyikapi adanya isu-isu yang berkembang itu. Mereka langsung mengonfirmasi ke saya maupun ke kapolsek,” pungkasnya.

Ulama di Cianjur, Misfallah Yusuf, mengaku selalu waspada dengan maraknya isu dugaan penganiayaan ulama maupun berita bohong (hoaks) lainnya. Bagi Misfallah, tak ada ruginya untuk selalu waspada. “Di Cianjur sendiri pernah ada informasi itu. Tapi itu benar-benar orang gila. Walaupun demikain, kami selalu waspada,” kata Misfallah.

Ia pun mendukung kegiatan tatap muka dan forum group discussion yang digagas Polres Cianjur. Misfallah pun menaruh harapan kegiatan itu bisa ditindaklanjuti di tingkat polsek dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Di kalangan masyarakat sebetulnya sudah muncul kekhawatiran. Tapi kami juga sering memberikan pemahaman. Apalagi 2018 ini yang disebut-sebut sebagai tahun politik. Semoga selama berlangsungnya pesta politik ini Jawa Barat umumnya dan Kabupaten Cianjur khususnya selalu kondusif,” tandasnya. (wan)

Comments

comments