Orangtua Siswa SDN Bujensa Protes Pungutan Pembangunan Lapang

0
76

CIANJUR, patas.id – Rencana pembangunan lapang olahraga di SD Negeri Ibu Jenab 1 (Bujensa) Cianjur diprotes para orangtua siswa di sekolah itu. Sebab, anggaran untuk biaya pembangunan sarana olahraga tersebut dibebankan kepada orangtua didik.

Berdasarkan informasi, para orangtua dibebankan biaya sebesar Rp 300 ribu per siswa untuk membangun sarana olahraga di lokasi SD yang beberapa waktu lalu direlokasi oleh Pemkab Cianjur.

Akibatnya, para orangtua mengaku keberatan dan menolak rencana pembangunan yang biayanya dibebankan kepada mereka. Seperti yang diungkapkan Moch Ikhsan, salah seorang orangtua siswa. Dia keberatan dengan kebijakan yang telah diambil pihak komite dan sekolah terkait adanya biaya ratusan ribu rupiah untuk pembangunan sarana olahraga.

“Saya sebagai orangtua siswa SDN Ibu Jenab 1, mempertanyakan kewenangan komite maupun sekolah memungut uang Rp 300 ribu. Apapun alasannya, itu namanya pungutan yang tidak mendasar atau pungutan liar (pungli),” ungkap Ikhsan, kepada wartawan, Selasa (6 Maret 2018).

Ikhsan menyebutkan, sekolah itu milik pemerintah, berarti pemerintah yang bertanggung jawab menyediakan segalanya, mulai dari gedung hingga fasilitas penunjang lainnya. “Kondisi ini sudah terjadi berulang-ulang di sekolah anak kami (SDN Bujensa, red). Jika memang ada rencana pembangunan ajukan melalui prosedur yang benar melalui pemerintah,” tegasnya dengan nada kesal.

Kalaupun ada kepedulian dari para orangtua siswa, lanjut Ikhsan, sifatnya lebih ke infak dan tidak ditentukan nilainya. “Kalau ditentukan, walaupun kesepakatan, tetap saja pungutan dan menjadi beban orangtua,” ucapnya.

Selain itu, Ikhsan menambahkan, pihak komite sekolah tidak berhak memungut apapun jenisnya. Komite hanya berhak menjadi fasilitator tentang pendidikan anak didik dengan sekolah.

“Komite hanya bersifat mengelola sumbangan atau bantuan dari pihak manapun. Sekali lagi komite maupun sekolah tidak berhak memungut. Kalau memang tidak bermanfaat, lebih baik tidak ada komite di sekolah, karena komite sepertinya tidak mewakili orangtua siswa secara keseluruhan,” pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan Komite SDN Ibu Jenab 1, O Suhendra yang karib disapa Aap, mengakui adanya rencana pembangunan lapangan olahraga tersebut. Rencananya pembangunan itu akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 101 juta.

“Berdasarkan hasil musyawarah antara komite sekolah dengan orangtua siswa kelas I hingga V, kami sepakat untuk membantu pembangunan tersebut, dan disepakati Rp 300 ribu per siswa. Karena, kebutuhan untuk sarana lapang olahraga dan upacara tersebut sangat mendesak,” jelas Aap.

Aap menuturkan, tidak ada paksaan bagi para orangtua siswa, bahkan pada rapat beberapa waktu lalu ada juga orangtua siswa dengan kesadaran sendiri sanggup menyumbang lebih dari yang telah disepakati.

“Kenapa komite memutuskan dana pembangunan lapangan upacara dan olahraga dari para orangtua siswa, terutama kelas I, karena itu alasan kebutuhan yang mendesak dan segera. Sempat beberapa waktu yang lalu ramai di medsos Bujensa lagi upacara pakai tiang bendera dari kayu dan lapangan yang kurang layak. Rencananya kami pun nanti mau ajukan bantuan ke pemda dan mungkin ke provinsi atau pusat,” tuturnya. (wan)

Comments

comments