Satpol PP Evaluasi Karyawan yang tak Berjamaah Subuh dan Asar

0
141

CIANJUR, patas.id – Surat pernyataan yang dikeluarkan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur bagi anggotanya viral di media sosial. Surat itu berisi tentang kesiapan dan alasan tidak bisa mengikuti program salat subuh dan asar berjamaah.

Berbagai komentar dari warganet bermunculan pasca sejumlah akun memposting surat tersebut. Ada yang berkomentar negatif dengan menilai urusan agama tidak perlu diintervensi, ada pula yang menanggapi secara positif.

Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Wawan Setiawan, mengiyakan pihaknya mengeluarkan surat pernyataan yang ditujukan bagi internal Satpol PP. Namun hal itu bertujuan untuk membina para anggota Satpol PP.

“Ini tujuannya pembinaan dan mengakomodir alasan para anggota yang tidak bisa mengikuti program keagamaan yang sudah berjalan ini,” kata dia kepada wartawan, Rabu (28 Februari 2018).

Menurutnya, selama ini dari total 230 anggota Satpol PP, mulai dari PNS ataupun tenaga kerja sukarelawan (TKS), hanya sebagian kecil yang mengikuti program keagamaan itu. Berbagai alasan pun dilontarkan, tetapi untuk memperkuat dibuat pernyataan tertulis.

“Jadi ini tidak memaksakan, sebatas pernyataan tertulis. Dari ratusan itupun baru 20 persen yang mengisi pernyataan dengan alasan yang kebanyakan kurang berdasar. Khusus yang nonmuslim, pastinya tidak mengisi pernyataan tersebut,” ucapnya.

Dia menambahkan, setelah pernyataan tertulis tersebut, pihaknya akan melakukan penilaian terhadap anggota Satpol PP. Namun dia mengharapkan setelah ada surat itu, ada perubahan sikap menjadi lebih disiplin dengan juga taat menjalankan ibadah dan program keagamaan.

“Meskipun nantinya tetap tidak menjalankan sesuai kesanggupan apakah itu salat subuh atau asar berjamaah, itu dikembalikan ke pribadinya masing-masing. Tapi akan jadi penilaian kami,” ucapnya. (isl)

Comments

comments