Pelaku Memang Gila, Informasi di Medsos Itu Hoax

0
114

CIANJUR, patas.id – Usai peristiwa seorang warga yang diduga gila ditangkap karena masuk ke lingkungan pondok pesantren Kampung Babakan Baru RT 05/RW 07 Desa Neglasari Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, pihak kepolisian dengan sigap mengklarifikasi bahwa pelaku benar-benar gila. Bahkan,

Kapolsek Bojongpicung AKP Muhamad Nur menegaskan bahwa informasi ada oknum yang mengintai kawasan pesantren di Bojongpicung adalah hoax.

Nur mengatakan, kejadian yang sebenarnya orang tersebut memang benar mengalami gangguan jiwa dan hendak mencuri handphone milik santri.

“Kami sudah mengadakan musyawarah siang tadi. Kami pertemukan pimpinan pondok pesantren dengan pelaku dan keluarganya, dan mereka saling mengerti dan memaafkan,” ujar Nur saat dihubungi, Minggu (11 Februari 2018).

Nur mengatakan, Pimpinan Ponpes Riadatul Mubtadiin H Mujtaba yang juga pemilik pesantren tersebut juga merasa kasihan dan meminta maaf kepada keluarga Dodo alias Maya (18 tahun) yang sempat mendapat perlakuan fisik dari warga.

“Semua unsur tadi bertemu untuk mengklarifikasi terkait berita hoax yang tersebar di wilayah Bojongpicung,” kata Nur.

Nur juga menghadirkan Entis alia Otoy bin Kanta (40 tahun), kakak kandung Dodo alias Maya. Entis mengatakan sejak kecil adiknya sudah menunjukan karakter yang tidak normal dan berbeda dengan anak seusianya.

Kepada polisi Entis mengisahkan, saat usia 10 tahun adiknya pernah masuk sekolah SD. Namun hanya bertahan satu hari dan dikembalikan oleh gurunya karena dianggap ada kelainan perilakunya.

Menurut Entis, upaya orangtua dan kakaknya pernah melakukan pengobatan kepada ahli hikmat dan dukun untuk mengobatinya, namun hasilnya nihil malah tambah tidak jelas.

Di usia 18 tahun, Maya sudah berani keluar atau lepas dari pengawasan orangtua, tempat tinggalnya pun di mana saja.

“Jadi kesimpulannya Dodo alias Maya ini jarang pulang ke rumah, sudah tidak bisa diurus keluarga,” kata Nur.

Nur mengatakan, dari penuturan keluarga, Dodo sering terdengar suka mengambil barang baik yang ada di rumah ataupun di luar.

Dia mengambil barang apa saja yang disukainya, seperti menangkap ayam untuk dimakan. Suka mengambil celana dalam di jemuran orang. Memetik buah-buahan tanpa permisi dan lainnya.

“Semoga warga Bojongpicung tetap tenang dan agar lebih hati-hati dalam menggunakan medsos,” ujar Nur. (daz/*)

Comments

comments