Komisi II DPR RI Setuju Pemekaran Cianjur Selatan

0
121

CIANJUR, patas.id – Anggota Komisi II DPR RI, Tb Ace Hasan Syadzily, mendukung upaya pemekaran wilayah Cianjur Selatan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini melihat wilayah Kabupaten Cianjur terlalu luas sehingga akses pelayanan publik tidak maksimal.

“Kabupaten Cianjur terlalu luas sehingga akses pelayanan publik pun tidak maksimal. Selain itu, pemerataan pembangunan pun akan berjalan lambat karena pemerintah terlalu berat bebannya,” tutur Ace Hasan kepada wartawan, Minggu (11 Februari 2018).

Menurut Ace Hasan, pengajuan DOB memang butuh proses yang panjang. Namun, kata dia, hal tersebut bisa dimulai jika tuntutan kebutuhan warga sudah mendesak dan ada upaya dari kepala daerah serta DPRD setempat.

“Usulan itu bisa segera dibahas bersama kepala daerah dan DPRD setempat. Sambil menunggu pemerintah pusat membahas kembali soal DOB ini,” kata dia.

Soal rencana pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Cianjur yang bertujuan mendekatkan pelayanan publik ke Cianjur selatan, menurut Ace Hasan, itu hak Pemkab Cianjur dan sah-sah saja. Namun, hal tersebut juga tidak berpengaruh jika warga Cianjur selatan lebih memilih untuk memisahkan diri.

“Semua kan ada aturan yang mengaturnya. Undang-undang pun tidak melarang suatu daerah dimekarkan jika memang sesuai kebutuhan. Dan saya menganggap Cianjur selatan butuh jadi DOB,” tandas Ace Hasan.

Sementara itu, Tonton Sukarsa, yang memrakarsai usulan pembentukan DOB untuk wilayah Cianjur selatan, menjelaskan bahwa keinginan ini bukan wacana baru. Menurut dia, sejak 1997 sudah ada keinginan untuk pemekaran itu.

“Bahkan, Gubernur Jawa Barat saat itu, Yogie S Memet, menyarankan Cianjur selatan untuk dimekarkan. Dan tahun 1999 DPRD Kabupaten Cianjur sudah menyetujuinya,” kata Tonton saat dihubungi melalui telepon, Minggu (11 Februari 2018).

Tonton menandaskan bahwa keinginan warga ini bukan gerakan politik, tapi sebuah kebutuhan mendesak terhadap akses pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.

“Semua orang juga tahu bagaimana kondisi di Cianjur selatan. Selama ini warga menunggu ada perubahan yang berpihak kepada mereka, tapi ternyata tidak ada. Wajar jika mereka minta berpisah untuk perubahan,” tutur Tonton.

Tonton berharap usulan ini direspon kepala daerah dan DPRD Kabupaten Cianjur sebagai aspirasi positif dari masyarakat. “Tak ada pihak yang dirugikan, sebaliknya warga khususnya di Cianjur selatan diuntungkan jika pembentukan DOB ini berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments