Korban Jembatan Putus di Leles Masih Kritis

0
96

CIANJUR, patas.id – Satu dari belasan korban jembatan putus di Kecamatan Leles Kabupaten Cianjur kondisinya masih kritis. Sementara 3 lainnya menderita luka berat.

Berdasarkan informasi, peristiwa itu bermula ketika belasan warga Kampung Sikluk RT 03/RW 01 Desa Karyamukti hendak menyeberang jembatan yang membentang di atas Sungai Cisokan, usai mengantar kerabatnya berobat.

Para korban yang dijemput menggunakan sepeda motor pun menggunakan jembatan gantung agar cepat sampai ke rumah. Sebab jika menggunakan jalan utama, waktu tempuhnya akan lebih lama dengan kondisi jalan yang rusak.

“Jadi berangkatnya naik mobil, pulangnya dijemput pakai sepeda motor. Makanya lewat jembatan yang baru selesai dibangun 3 minggu lalu oleh Pemkab Cianjur,” ujar Sekdes Karyamukti, Suryadi, saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (4 Februari 2018).

Menurutnya, ketika melintas, para korban tidak dalam posisi berdekatan, tetapi masuk satu per satu dengan jarak antar kendaraan yang cukup jauh. Ada sebanyak 6 sepeda motor yang melalui jembatan itu, namun saat melintas tiba-tiba tali kawat jembatan putus.

Akibatnya para korban yang berada di posisi tengah jembatan, langsung terjun ke dasar sungai dengan ketinggian lebih dari 10 meter itu. Tetapi empat orang lainnya yang sudah ada di ujung dan awal jembatan juga ikut terseret.

“Tidak semuanya di tengah, sudah ada yang diujung hampir sampai dan ada yang baru masuk. Yang langsung jatuh itu di posisi tengah, kalau yang lainnya terbawa ke tengah karena jembatan jadi miring ke bawah, ” ucapnya.

Menurutnya, ada 12 orang yang menjadi korban dalam peristiwa putusnya jembatan yang baru saja selesai dan digunakan warga selama tiga pekan tersebut. Empat di antaranya luka berat, satu korban kritis, dan lainnya luka ringan. “Untuk yang kritis sedang dirawat di RSUD Pagelaran karena luka di kepala,” kata dia.

Suryadi mengharapkan, Pemkab Cianjur segera memperbaiki jembatan itu, sebab menjadi sarana utama warga untuk beraktivitas. Selain itu, harus dipasangi papan informasi terkait beban maksimal untuk jembatan.

“Kalau bisa kualitasnya juga ditingkatkan, soalnya kalau melihat kondisinya kan itu tidak semua menumpuk di tengah. Tapi kawatnya malah putus. Jangan sampai nanti membahayakan warga lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku sudah mendapatkan informasi terkait putusnya jembatan yang baru dibangun tersebut. Namun pihaknya berdalih bahwa jembatan putus bukan dari segi kualitas yang buruk, melainkan beban yang sudah melampaui batas.

Maka dari itu, pihaknya akan mendorong pihak pemborong segera memperbaiki jembatan, karena masih dalam masa perawatan. Selain itu, setiap jembatan gantung akan dipasangi papan informasi beban maksimal yang bisa melintas.

“Itu karena kelebihan muatan, bukan karena kualitasna jelek. Segera diperbaiki supaya bisa digunakan lagi. Nanti akan dipasangi informasi beban maksimal. Bukan hanya di sana, semua jembatan juga akan dibuatkan informasinya supaya tidak ada kejadian serupa,” tegasnya.

Untuk para korban, lanjut Herman, pemkab bakal membebaskan biaya perawatan dan penanganan medisnya. “Korban digratiskan untuk berobat,” tutupnya. (isl)

Data Korban
1. Saep (48 tahun) – luka berat, kritis
2. Didim (30 tahun) – luka berat
3. Muhidin (60 tahun) – luka berat
4. Jenal M (22 tahun) – luka berat
5. H Asep (45 tahun)
6. Sulaeman (13 tahun)
7. Rusmam (50 tahun)
8. Suryana (21 tahun)
9. Sobani (52 tahun)
10. Deni (50 tahun)
11. Dedi (26 tahun)
12. Adin (48 tahun)

Comments

comments