Bulan Pertama 2018 Sudah Ada 40 Gay Baru di Cianjur

0
158

CIANJUR, patas.id – Hanya dalam waktu 12 hari data jumlah Laki-laki Seks Laki-laki (LSL) atau gay di Cianjur bertambah signifikan di awal tahun ini. Bahkan kini tercatat ada 40 gay baru di Cianjur.

Koordinator Lapangan Komunitas Lensa Cianjur, Tedi Rustandi, mengatakan, pada 12 Januari lalu, pihaknya telah mengumpulkan data gay baru di 2018 ini. Tercatat ada 10 gay dalam rentang waktu 4 sampai 12 Januari.

Dari pertengahan bulan tersebut, lanjut dia, pihaknya berhasil mengungkap lagi para gay baru di Cianjur, dimana jumlahnya hingga 24 Januari 2017 mencapai lebih kurang 40 orang atau bertambah lebih kurang 30 gay baru.

” Cukup signifikan penambahannya, itu belum pendataan terbaru hingga akhir Januari ini, dimungkinkan bertambah lagi sampai tutup buku Januari ini,” kata dia, Kamis (25 Januari 2018).

Menurutnya, pertambahan yang signifikan tersebut memang bisa saja terjadi setiap bulan. Dia pun mengibaratkan jumlah gay seperti fenomena gunung es, dimana meskipun cukup banyak yang terdata, jumlah yang tak terungkap dimungkinkan jauh lebih banyak.

“Yang muncul ke permukaan hanya sedikit, sementara yang tidak terungkap masih sangat banyak. Karena mereka masih ada yang tertutup.”

Dia mengungkapkan, peningkatan tertinggi terjadi pada 2017, tepatnya pada November. Tercatat ada 150 orang gay baru di bulan tersebut. Padahal sebelumnya temuan baru hanya 20 sampai 30 orang per bulan.

“Jika diakumulasikan, totalnya kini sekitar 1.675 orang. Dimana pada 2017 ada 1.635 orang dan di tahun ini ada temuan baru sebanyak 40 orang,” ungkap dia.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Cianjur, Hilman, mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait mengupayakan penanganan terhadap gay yang telah terdata. Di antaranya dengan melakukan tes kesehatan, guna memastikan penularan virus HIV/AIDS.

“Kami bagi tugas dengan LSM, mereka mendata gay. Karena yang bisa masuk ke lingkungan gay hanya mereka yang juga gay. Setelah itu kami arahkan untuk tes dan menyadarkan mereka agar bisa berubah,” kata dia.

Bahkan, Hilman mendapatkan informasi empat dari lima gay yang diamankan Polres Cianjur setelah menggelar pesta seks di Cipanas, merupakan gay lama yang telah terdata sejak 2017 lalu.

“Jadi seluruhnya yang warga Cianjur itu sudah masuk dalam data pada 2017. Semuanya diarahkan untuk tes kesehatan dan diberi pembinaan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku prihatin dengan pertumbuhan LGBT, khususnya gay di Cianjur. Apalagi setelah adanya temuan pesta seks sesama jenis yang melibatkan pelajar.

“Jujur saya prihatin, apalagi dengan banyak yang temuan gay di Cianjur, terutama yang kasus kemarin. Ada juga yang berstatus pelajar.”

Herman, menuturkan, pihaknya sudah melakukan tes darah kepada 700 orang dari komunitas tersebut. Sebanyak 10 persen dinyatakan positif HIV. “Ini menjadi beban kami sehingga kami terus gencar sosialisasi,” katanya.

Dia mengatakan sosialisasi tak bisa dilakukan pemerintah saja, tapi harus melibatkan semua pihak termasuk media. Menurutnya pada umumnya siswa belum mengerti tentang LGBT karena mereka awam tentang LGBT.

“Ini yang bahaya mereka awam dan tak mengerti, ada yang mengaku keren masuk komunitas tersebut padahal kan berbahaya,” ujarnya. (isl)

Comments

comments