Sebanyak 735 Bangunan di Sukabumi Rusak Akibat Gempa Banten

0
165

SUKABUMI, patas.id– Sebanyak 735 unit bangunan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak akibat terdampak gempa berkekuatan 6,1 skala richter (SR) yang berpusat di Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23 Januari 2018) siang sekitar pukul 13.34 WIB. Kerusakan ratusan bangunan itu tersebar di 36 kecamatan yang terdampak guncangan gempa.

“Hasil pendataan sementara pada Selasa (23 Januari 2018) hingga pukul 18.00 WIB, terdapat 735 unit bangunan yang rusak. Rinciannya, 175 unit rusak berat, 177 unit rusak sedang, dan 383 unit rusak ringan,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman, kepada wartawan, Rabu (24 Januari 2018).

Selain rumah, kata Maman, bangunan fasilitas lain yang dilaporkan rusak di antaranya SDN Bojongkoneng di Desa Datar Nangka Kecamatan Sagaranten, bangunan PAUD di Kampung Kuta Kidul RT 12/RW 04 Desa Kutasirna Kecamatan Cisaat, bangunan RSUD Sekarwangi di Kampung Hegarsari RT 01/RW 12 Kelurahan Sekarwangi Kecamatan Cibadak, SDN Bojongsari di Kampung Bojongsari Desa Sukaluyu Kecamatan Kalibunder, majelis taklim Al-Hikmah di Kampung Jabon Manglid Desa Cidahu Kecamatan Cidahu, satu masjid di Kampung Kuta Desa Kutajaya Kecamatan Cicurug, dan klinik umum Bebita di Desa Nyangkowek Kecamatan Cicurug. Gempa berdampak terhadap 403 keluarga atau 114 jiwa. “Tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan,” ucap Maman.

Maman mengatakan masih memverifikasi data di lapangan. Artinya, data sekarang masih bisa berubah. “Mungkin saja bisa bertambah. Hanya sampai kemarin (Selasa) pukul 18.00 WIB, gempa dilaporkan terjadi di 36 kecamatan di 95 desa,” ujar Maman.

Ke-36 kecamatan yang terdampak gempa itu yakni Kecamatan Sagaranten, Parakansalak, Jampangkulon, Simpenan, Cisaat, Kebonpedes, Gunungguruh, Parungkuda, Kalapanunggal, Cikidang, Waluran, Lengkong, Nagrak, Cibadak, Cibitung, Kabandungan, Bantargadung, Caringin, Warungkiara, Cisolok, Cidolog, Ciambar, Nyalindung, Palabuhanratu, Kalibunder, Cidahu, Jampangtengah, Cikembar, Pabuaran, Cicurug, Cireunghas, Ciracap, Gegerbitung, Cisolok, Cidadap, dan Ciemas. “Kami masih di lapangan sedang update perkembangannya,” kata Maman.

Dari 735 unit bangunan rumah warga yang rusak, paling banyak terdapat di enam desa di Kecamatan Kabandungan. Di Desa Cihamerang jumlah rumah rusak berat sebanyak 37 unit dan rusak ringan 56 unit, di Desa Mekarjaya sebanyak 12 unit rumah rusak berat, 7 rusak sedang, dan 17 rusak ringan, di Desa Tugu Bandung sebanyak 15 unit rumah rusak berat, 17 rusak sedang, dan 57 rusak ringan, di Desa Cipeuteuy sebanyak 32 rusak berat, 17 rusak sedang, dan 57 rusak ringan, di Desa Kabandungan sebanyak 18 unit rumah rusak berat, 11 rusak sedang, dan 50 rusak ringan, serta di Desa Cikananga sebanyak 3 unit rumah rusak berat, 1 rusak sedang, dan 41 rusak ringan.

“Total rumah rusak berat di Kecamatan Kabandungan mencapai 107 unit, rusak sedang 53 unit, dan rusak ringan 279 unit,” ucap Maman.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengaku prihatin dengan dampak yang dirasakan warga Kabupaten Sukabumi pascagempa yang berpusat di Kabupaten Lebak, Banten. Marwan pun meminta para camat dan kepala desa mendata masing-masing warga yang terdampak bencana tersebut.

“Data juga jumlah korban maupun kerugiannya. Kemudian laporkan. Pendataan harus benar-benar detail agar tidak ada yang terlewat,” tegas Marwan.

Di Kabupaten Sukabumi sendiri, lanjut Marwan, informasi yang didapatnya cukup banyak kecamatan yang diguncang getaran gempa pada Selasa siang itu. Marwan pun merasakan getaran gempa karena saat itu ia tengah berada di Kecamatan Bantargadung dalam kunjungannya ke Kampung Keluarga Berencana. Marwan pun menyempatkan mengunjungi rumah warga yang rusak di Kecamatan Bantargadung.

“Nanti harus dicek juga konstruksi bangunan rumah warga. Rata-rata rumah yang rusak itu tak berkonstruksi kokoh sehingga rentan rusak atau bahkan roboh saat terjadi gempa,” tandasnya. (daz/*)

Comments

comments